blog-indonesia.com JAGA-PELIHARA-LESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP INI - BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA, TANAM TANAMAN PADA LAHAN KOSONG, MINIMALISIR PENGGUNAAN AIR BERSIH, KURANGI BERKENDARAAN blog-indonesia.com

Senin, 31 Agustus 2009

Toko Pancing

Berikut daftar toko pancing yang dapat saya informasikan, mohon koreksi dan tambahan infonya;
Gemini Fishing (Pak Teguh)
Jl. Raya Sultan Agung Km.28,5
Kranji Bekasi Barat
Telp. (021) - 88957981
DUTA PANCING
Jl. Kamal Raya No. 15
Cengkareng Menceng
Telp 5553503 HP 08161999061
Toko pancing AMIN
Lumayan lengkap dan harga terjangkau.
Jln Cileduk Raya, petukangan selatan
Depan Bank Mandiri
Terminal pancing
sport mall kelapa gading
add lt dasar blok B no 17
Jakarta Utara
Toko 736 FISHING SHOP ...
Jl. Raya Jakarta - bogor km. 32 no. 1
di daerah dekat pasar cisalak ....
di situ lumayan lengkap ..karna toko itu sudah lama berdiri
sejak tahun 80an
Toko Pioneer Pancing
Komplek ruko permata ancol blok C No.1
Jl. R.E. Martadinata Jakarta Utara, 14420,
telp. 021-6452559
toko ini agen dari beberapa merk alat" pancing spt: pioneer, tica, dll
TOKO JURAGAN PANCING
Toko Juragan Pancing
Jl. Raya Hankam Bambu Apus
Jakarta Timur
JIUNG FISHING TACKLE
Jl. B.H. Ung No. 5
Telp. 021-4228025
Kemayoran - Jakarta
yang punya namanya Achmad Sofa, biasa dipanggil Cing Opa.
WBW
Gunung Sahari Centre A No1
Jl. Gunung Sahari Raya No.8
Jakarta
Tlp 0216398248
Jl. Kemenangan III No. 114 B
Telp. 021-6254576~77 Fax. 021-6254578
Aneka Ragam
Jl. Bandengan Utara 81 Blok A23/24
Telp. 021-6670636 Fax.021-6625781
Lautan Mas
Jl. Toko Tiga no. 24
Telp. 021-6901333 Fax. 021-6902479
Dharmasari Sport
Telp. 021- 7204270
Pasaraya Blok M Lt. 7
Jl. Iskandarsyah Raya
Sumber Mulya
Jl. Tongkol no. 6 D
Telp. 021-6910050 Fax. 021-6915536
Kartini Fishing Shop
Jl. Kartini Raya no. 53-AF
Telp. 021-6392781 Fax. 021-6281344
Ronson
Jl. Bekasi Barat Raya no. 31 Jatinegara
Telp. 021-8191829
AUA
Jl. Gunung Sahari Raya No. 8 Gn.Sahari Centre Blok A/1
Telp. 021-6398254 Fax. 021-6594805
Lesmana
Jl. Kebon Jeruk Raya Psr Rawa Belong, Jakarta Barat
Telp. 021 5322570
Jl. Kodam, Unilever, Petukangan Utara, Jakarta Selatan
U.D. Bandung (Surabaya)
Jl. Kembang Jepun no. 194-196
Telp.031-22993 Fax. 031-333063
Graha Pancing (Surabaya)
Golden Palace A5-6 Jl. HR Muhammad 373-383 tlp.031-7314132,7314049
Ruko Center Poin A9 Kenjeran 300 tlp 031-3899990,3899991
Jackpot Pancing (Surabaya)
Jl. Kertajaya Indah Timur 14B no.005 Komplek Ruko Mega Galaxy tlp.031-5963763.
Rezeki Nelayan (Medan)
Jl. Merbabu No. 6 B-C
Telp. 061-559003 Fax. 061-559501
Istana Pancing (Palembang)
Jl. Lematang 15 Ilir No. 478.B
Telp. (0711)-357038
ANEKA RAGAM
Bandengan Utara 81 Blok A 23-24 Jakarta Utara
Open : 08.00–16.30; Saturday 08.00–16.00
Phone : (021) 6670636, 6625780
Facsimile : (021) 66691706
Workday : Monday–Saturday
http://www.iftfishing.com/showr-ar.html" ." ." .
DUNIA PANCING
Komplek Sentra Latumeten Blok C 23-24
Jl. PROF.DR. Latumeten No.50 Jakarta, Indonesia
Open : 08.00–16.30; Saturday 08.00–16.00
Phone : (021) 56975501
Facsimile : (021) 56975502
http://www.iftfishing.com/showr-dpl.html" ." ." .
DUNIA PANCING
Gunung Sahari Ancol No. 13 Blok B3 Jakarta Pusat
Open : 09.00–18.00; Saturday 09.00–17.00
Phone : (6221) 6459649
Facsimile : (6221) 6458572
Workday : Monday–Saturday
http://www.iftfishing.com/showr-dpgs.html" ." ." .
DUNIA PANCING
Jalan Kemenangan III No. 114B Jakarta Barat
Open : 08.00–16.30; Saturday 08.00–16.00
Phone : (6221) 6254576, 6254577
Facsimile : (6221) 625-4578
Workday : Monday–Saturday
http://www.iftfishing.com/showr-dpt3.html" ." ." .
Toko Pancing Garuda
Rumah Susun Kemayoran Apron 3D No. 104
Jakarta Pusat
Telp : 021 654-1083
Fax. : 021 658-3638
Buka dari hari Senin - Sabtu jam 09.00 - 17.00
Toko Pancing Garuda
Jl. Apron IIIA No 104 Kemayoran Telp : 021-4219866
Super Pancing
Jl Astana Anyar 89
BANDUNG
Phone : 022-4265804, 022-4265819
Fax : 022-4205883
Toko Pancing Siliwangi
Jl Astana Anyar 118-A
BANDUNG
Phone : 022-6011394, 022-6122965
Toko Mino
Malioboro, di belakang Hotel Melio Purosani
Jogja
Samudrafishindo
Sebelah monumen Tugu
Jogja
Toko Satria
Sebelahnya toko PROGO, sekitar jl. Mataram, Wates, Ngampilan.
Jogja
Toko Setia
Jl. Bantul di Dongkelan
Jogja.
Jackpot Pancing
Jl. Kertajaya Indah Timur 14B No.5 Surabaya
Komp. Ruko Mega GALAXY
Telp. 031 – 5963763
UD Bandung
Jl Kembang Jepun 194-196
SURABAYA 60162
031-3522993
Graha Pancing - Kenjeran
Jl Kenjeran 300 Repindo Industrial Park Bl A/9
SURABAYA 60114
031-3899990
Graha Pancing - HR Muhammad
Jl HR Muhammad
SURABAYA
031 7314049
Pasopati Sport Fishing Shop
Jl Raya Darmo 1-A
SURABAYA 60265
031-5674444
Java Fishing
Jl. Kalimantan no.1
Surabaya
Telp : 031-5019955
Toko Sinar
Jl. Pasar Besar 147
Ph. 0341-368771
Malang-Jatim
Toko Pancing Jaya
Jl. ASde Irma Suryani 31
0341-366113
Malang-Jatim
Puri Pancing Bali
Jln. Diponogoro
Denpasar-selatan apotik kimia farma
tlp: 0361-224858
Istana Pancing Bali
Jln. Sesetan Pasar Sanglah
Tlp; 0361 7487140
Mutiara Pancing
Jl Sudimampir 40
BANJARMASIN, KALSEL
Phone : 0511-4368340
Java Fishing
Jl. Kalimantan No.1
Surabaya
Telp : 031-5019955
Puri Pancing Bali
Jln. Diponogoro Denpasar selatan apotik kimia farma tlp: 0361-224858
Istana Pancing Bali
Jl. Sesetan Pasar Sanglah Tlp; 0361 7487140
Toko Pancing Siliwangi
Jl Astana Anyar 118-A
BANDUNG
Phone : 022-6011394, 022-6122965
Super Pancing
Jl Astana Anyar 89
BANDUNG
Phone : 022-4265804, 022-4265819
Fax : 022-4205883
Mutiara Pancing
Jl Sudimampir 40
BANJARMASIN, KALSEL
Phone : 0511-4368340
Red Babon
Jl. Leuwi Panjang No. 102
contac: pak joni
Pancing Nelayan
Jl. T.Tambusai (Nangka) No.126 C-D Pekanbaru -Riau
Telp +62 761 38693,7062288
Fax +62 761 38469
TCE Tackles
Jl. Veteran No. 4C Spg. Marelan
Telp 061-8473606
Fax 061 8474184
helvetia- Medan
Nadia Fishing
Jl. Seram No. 61 Pematang Siantar
Telp. 0622-7436072
Hp. 081263269294
KING FISHER
Jl Niaga 63
Singkawang-Kalbar
(0562) 638227

(Berbagai Sumber)
Untuk informasi silahkan kirim ke alamat email = jalod99@gmail.com
Terima kasih.
Salam Gentak.

Toko Pancing Online

Berikut daftar toko pancing online yang dapat saya informasikan, mohon koreksi dan tambahan infonya;
  1. http://www.fishyshop.com/
  2. http://www.tokopancing.com/
  3. http://toko-pancing.blogspot.com/

Untuk informasi silahkan kirim ke alamat email = jalod99@gmail.com
Terima kasih.

Salam Gentak.

Jumat, 28 Agustus 2009

Tips Merawat Reel Pancing


Siapkan alat - alat sebagai berikut :
  1. Air Hangat (Untuk mencuci bagian luar reel)
  2. Handuk atau kain ( untuk mengeringkan sisa air cucian reel)
  3. Reel Lubricantion (grease dan oli, untuk grease saya biasa pakai Relix reel lube kalau oli pakai oli mesin jahit aja)
  4. WD40 bila diperlukan
  5. Obeng
Adapun cara-caranya yaitu :
  1. Basahi aja dengan menyapu bagian luar reel dengan air hangat, jangan dicelupkan. Setelah itu keringkan dengan handuk atau kain sampai kering.
  2. Jangan melepas spool dan merendamnya di air, karena air akan masuk ke mekanisme drag dan akan membuat drag jalan abnormal. . waktu mencuci reel justru kencangkan drag agar air tidak masuk ke mekanisme drag. Drag di reel ada 2 tipe, drag kering dan drag basah, drag kering biasanya real washer cuma 2-3 biji dan semua washernya mesti bener2 kering dari apapun. kalo metal washernya lebih dari 3 biasanya pake drag basah, artinya ada oli di washer2nya. nah ini ga boleh salah kaprah... drag kering dikasih oli akan jadi mlorot ga bisa ngerem dragnya, drag basah ga dikasih oli, drag akan mengunci kalo dikerasin dikit aja. nah.. drag2 ini kalo kena air jadi ga karuan jalannya. kalo mau tau ya dicoba aja sendiri.
  3. Lubrikasi reel, ada 2 jenis lubricant yaitu grease sama oil, grease itu fat, kental kaya mentega, oil ya oli... bentuknya cair. Bagian2 mana dari reel yang pake oil dan mana yang pake grease? Semua bearing pake oil bukan grease, semua gear pake grease bukan oil. Khusus untuk mekanisme oneway roller bearing jangan sekali2 dikasih grease apalagi berlebihan, roller bearing di tahan oleh per yang kecil2 sekali, kira2 1/5 dari diameter per ballpoint dengan kelenturan yang tinggi, kalo per2 ini kena grease, suka macet dan bikin rollernya ga mau main, alhasil oneway roller suka ga bekerja dan reel bisa terputar balik.. Jangan kasih grease terlalu banyak di area pinion gear ato gigi nanas, bukannya reel jadi lancar malah jadi seret ga karuan. Kasih grease secukupnya saja... Kasih perhatian sama line roller, itu mekanisme penggulung kenur di bail arm, suka orang lupa kalo disitu ada bearingnya juga.
  4. Setiap beberapa kali trip, selalu buka mekanisme oneway bearing dengan melepas rotor terlebih dahulu, bagian ini sering terkumpul garam, walaupun reel selalu dicuci waktu habis mancing.
  5. Tips untuk overhaul reel, bongkar semua bagian reel tanpa terkecuali. Ingat2 posisi semua part dengan mencatatnya atau letakkan di wadah2 plastik untuk masing2 bagian. Jangan lupa posisinya nanti ga bisa balikin lagi repot jadinya. Biasanya dalam box reel ada exploded diagram (gambar bagian2 parts dari reel berikut nomer serinya), gunakan diagram ini. Cuci semua bagian reel dengan WD40, pake kuas kecil untuk bagian2 yang sulit. Hilangkan semua bekas2 grease yang biasanya sudah berwarna coklat dan hitam. Kalao semua sudah bersih, pasang kembali dan berikan grease dan oli yang baru... reel anda pasti jauh lebih halus suaranya.... dijamin!
  6. Di stella, kalo rotornya dibuka, ada karet lingkaran warna crem bentuknya seperti seal, ini sebetulnya bukan seal, tapi berfungsi untuk menahan rotor waktu bail arm dibuka, coba rasakan, kalo bail arm dibuka rotor pasti jadi seret jalannya, karena ada semacam kait yang akan menempel di lingkaran karet seperti seal ini. Karet ini jangan dicuci pake WD40, bisa melar ga karuan...
  7. Untuk ultegra keatas sampe dengan stella, jangan membuka worm shaft dengan membuka penahannya yang berada di belakang reel... mekanisme ini bisa dicuci bersih pake WD40 dan kuas tanpa harus dibongkar... kalo anda bongkar worm shaftnya... anda akan kesulitan memasangnya kembali... this is really pain in the ass... menyebalkan.
  8. Kalo anda ga brani bongkar2 reel sendiri, bawa aja ke dealer ato tukang servis . Yang jelas reel mau mahal kaya apa tetep aja harus di overhaul sekali waktu untuk memberi lubricant yang baru, Mobil aja tiap 2000-3000km ganti oli kan? Reel yang penampilannya mulus belum tentu jeroannya mulus juga. 
Sumber :  http://koedoesfishingcommunity.blogspot.com/

Kamis, 27 Agustus 2009

New Fishing Lures

The fishing lures are attached at the end of the rod, from the hook, and they can come in all sizes, shapes or colors, depending on the type of fish it is meant to catch. They are designed to attract fish, resembling their natural prey in movement and appearance. If wrongly placed they can have the opposite effect: scare the fish away.
The rate of catching fish decreases greatly without a fishing lure. They hugely varied from the classic rubber worm to glowing in the dark lures to chameleonic little high tech creatures. The hook (or hooks – some have 3) is/are close to the lure so that the fish will bite it and get stuck. That’s the moment when the fisher pulls his rod and brings the catch to the surface. Experienced fishermen will cast and pull the rod, sinking the lure to imitate the act of swimming. This way it convinces the fish to approach and bite the artificial prey.
Fishing wobblers 2008
The many types of fishing lure are: jig, wobblers, spoon lures, fly lures, trout and bass worms, spinnerbait and many more.
A jig creates a vertical motion and is used in saltwater and freshwater. The classic one has a round head but they can vary as far as the imagination goes. What matters is that they attract fish. The body is made of rubber or silicone. This lure is the most common among fishermen for catching smallmouth or large mouth bass.
New wobbler 2008
A wobbler (or a plug) is made of wood or plastic, it has a thin plastic bib attached to the front of the body, sometimes adjustable to move or dive differently. This lure has 2 or sometimes 3 hooks. The bib will render the lure’s depth when diving. Those which have no bib will consequently float on the surface.
As the name suggests, the spoon lure has the shape of a spoon and has the capacity of attracting the fish by reflecting light. It is usually made of a shinny metal, with a concave shape. Just like a plug it can have a treble hook. Fishermen usually cast the rod farther than the point where they think the fish swims, and then they randomly retrieve the lure. Also, various colours are believed to increase the chance of catching fish.
Fly fishing lures or simply flies are made of feathers, thin threads or even fur, sometimes with beads, lead or other fabrics attached to make it more „playful”. Trained fishermen can tie their own fly fishing lure by rolling feather or fur around the hook to hide from the fish. Fly lures are of 5 types: wet fly, dry fly, nymph, terrestrial and streamer. Some of them float on the water and others can submerge.
For those who choose to fish at night, a new range of fishing lures have been created. They glow in the dark, under the water and they come in all models mentioned before. You can colour them yourself or you can bring along a portable flash light to charge the fishing lures.


http://new-fishingtips.com/Fishing-Lures.php

Selasa, 25 Agustus 2009

Lombok

Lombok

Tanjung Bangko-Bangko : 115*48,2' BT dan 08*28,0' LS
Cocok untuk mancing dasar kakap, kerapu, dll.

Batu Gendang : 115*49,0' BT dan 08*45,3' LS.
Tuna gigi anjing, kerapu, tenggiri, sunglir dan kuwe sirip biru sering didapat di hotspot ini.

Batu Mandi : 115*49,2' BT dan 08*46,5' LS.
Hotspot ini merupakan pulau karang kecil yang hampir tidak tampak apabila air pasang.

Tanjung Kulu-kulu : 115*50,1' BT dan 08*49,0' LS.
Sering dijumpai tuna, tenggiri, barakuda, dan kuwe di hotspot ini.

Batu Aba : 115*37,3' BT dan 08*46,6' LS.
Hotspot ini terletak sekitar 20-30 meter dari daratan Nusa Penida.

Tanjung Karang Kereta : 105*11' BT dan 06*50' LS.


By. OmRoy

Muara Binuangeun

Muara Binuangeun

Tubiran Ciara : 106*02,7' BT dan 06*56,2' LS.
Kadang kadang marlin dapat ditemui di hotspot ini.

Karang Cijulang : 105*47,1' BT dan 06*53,4' LS.
Lokasi ini cocok untuk trolling kuwe, tenggiri maupun mancing dasar kurisi.

Karang Inpres : 105*37,1' BT dan 06*57,2' LS.
Walaupun banyak yang bilang bahwa daerah ini lebih cocok untuk mancing dasar daripada trolling, tetapi dimusim-musim tertentu kadang kala dapat menjumpai rombongan kuwe bermain di hotspot ini.

Karang Sodong : 105*34,7' BT dan 06*53,8' LS.
Hotspot ini cocok untuk trolling kuwe dan tenggiri.

Karang Deef : 105*41,3' BT dan 06*59,5' LS.
Berbagai jenis ikan dari wahu, tenggiri, baracuda, kuwe sering terlihat disini.

Tanjung Karang Tinjil : 105*45,0' BT dan 06*58,8' LS.
Tanjung Selatan Tinjil : 105*50,6' BT dan 06*57,7' LS.
Kedua hotspot diatas berada di seputar pulau Tinjil.

Tanjung Selatan Deli : 105*34,8' BT dan 07*01,2' LS.
Karang Rente : 105*28,6' BT dan 07*01,7 LS.
Kedua hotspot ini terdapat diseputaran pulau Deli.

Karang Tengah : 105*22,5' BT dan 07*03,1 LS.
Hotspot yang satu ini terletak paling jauh, sehingga apabila cuaca tidak bagus sebaiknya tidak kedaerah yang satu ini.


By. OmRoy

Pulau Seribu

Pulau Seribu :

Tandes Haris : 106*46,450' BT dan 05*29,350' LS

Tandes Ave : 106*41,672' BT dan 05*31,846' LS

Tandes Kuswadi III : 106*44,899' BT dan 05*29,415 LS

Karang Supermarket Timur : 106*45,098' BT dan 05*29,673 LS.

Karang Karimun : 106*48,637' BT dan 05*29,491' LS.

Tandes Dani : 106*40,843' BT dan 05*32,258' LS.

Tandes Pujo II : 106*46,898' BT dan 05*30,569' LS.

Tandes Coco : 106*44,624' BT dan 05*29,665' LS.

Tandes Surya Paloh : 106*46,233' BT dan 05*31,249' LS.

Tandes Dadi II : 106*49,097' BT dan 05*35,405' LS.

Tandes Kartini : 106*42,187' BT dan 05*34,482' LS.

Kapal tenggelam : 106*39,850' BT dan 05*34,307' LS.

 By. OmRoy

Hotspot Ujung Kulon

Ujung kulon memang merupakan tempat pemancingan yang sangat mengagumkan. Daerah Ujung Kulon lebih cocok apabila hendak memancing dengan cara trolling. Berikut adalah beberapa hotspot yang telah di kumpulkan dari majalah Media Mancing untuk daerah cagar alam di Jawa Barat ini.

Tanjung Karang Kereta : 105*11' BT dan 06*50' LS.
Jenis ikan yang dapat dipancing disini adalah marlin, layaran, kuwe gerong dan hiu.

Sang Hyang Sirah : 105*14' BT dan 06*49' LS.
Ikan layaran sering sekali ditemukan didaerah yang dapat dikenali dengan dua bongkah karang besar ini.

Karang Copong : 105*14 BT dan 06*43' LS.
Wahu, kuwe, layaran dan tengiri sering bermain disini.

Tanjung Layar : 105*10' BT dan 06*45' LS.
Ikan ikan yang sering dijumpai termasuk marlin, layaran dan tuna.

Karang Jajar : 105*11' BT dan 06*41' LS.
Ikan yang dapat dipancing di hotspot ini termasuk kuwe, tuna, barakuda, tenggiri dan hiu.

Tanjung Waton : 105*14' BT dan 06*43' LS.
Marlin dan layaran kadang kala sering terlihat di hotspot ini.

Batu Asin : 105*11 BT dan 06*32' LS.
Kuwe berukuran besar dapat Anda temudi di hotspot ini. Tempat ini juga cocok untuk mancing dasar.

Tanjung Parat : 105*16' BT dan 06*31' LS.
Layaran, wahu dan lemadang dapat anda jumpai di sini.

Senin, 24 Agustus 2009

Mewarnai Umpan Hidup

Dalam mewarnai umpan hidup, perlu kita perhatikan bahwa, warna yang kita pakai harus memenuhi kreteria sebagai berikut :

1. Tidak mengandung bahan berbahaya nanti di complaint oleh Pecinta Lingkungan
2. Tidak berbau
3. Mempunyai warna yang cemerlang hingga mudah memikat

Umpan yang diberi warna tetap hidup sehingga mempunyai gerakan yang mengundang ikan.

Pada mancing Gabus/Toman, biasanya kita pergunakan anak ikan mas yang berwarna kuning atau merah, dan ternyata dari penyelidikan orang-orang bule di negri sono, hanya ada 3 warna yang sangat memikat ikan untuk memakan yakni :

1. Kuning
2. Orange
3. Merah

Selalu saja menjadi pertanyaan, kenapa umpan hidup perlu juga diwarnai dan diberi aroma : Tidak ada literature ataupun petunjuk mengenai kapan dimulainya umpan hidup perlu diwarnai dan diberi rasa, seperti juga umpan-umpan yang saat ini digunakan.

Bila dipikir, apa hubungannya, Rasa Keju, Pisang, Kroto untuk umpan……….ternyata ini hanya dari coba-coba para mania mincing.Umpan hidup, sebagai dasar makanan alami dari ikan-ikan yang hidup dialam terbuka pasti juga mempunyai warna alami, oleh karena keisengan para pemancing sehingga umpan hiduppun perlu dimasukkan kesalon untuk didandani.

Warna dan aroma adalah salah satu yang menjadi tujuan dalam mengkreatifitas umpan hidup ini.

Bahan untuk mewarnai, agar diusahakan dari tumbuh-tumbuhan yang ada disekitar kita, seperti

* Warna kuning, bisa dipakai dari KUNYIT
* Warna hitam, dari pohon urang-aring (biasa tumbuh dipinggiran saluran air)
* Warna Merah, dari KUNYIT GAJAH
* Warna Biru, diambil dari daun SUJI

Bahan-bahan tersebut adalah bahan dasar dari warna-warna yang akan disajikan

Cara pembuatan bahan warna dari umbi pohon :

* Ambil umbi yang akan dipakai (Kunyit, Kunyit Gajah) secukupnya
* Parut atau blender hingga halus
* Campurkan air secukupnya
* Diamkan selama sehari, bila telah endap, buang air dan ganti dengan yang baru
* Ulangi 3 kali atau lebih hingga bau yang ditimbulkan hilang
* Ambil endapannya dan jemur
* Bahan siap digunakan

Cara pembuatan bahan warna dari daun/pohon :

* Daun/pohon yang akan digunakan untuk pewarna diremas-remas
* Campurkan sedikit air dan remas-remas kembali hingga daun/pohon hancur
* Saring air remasan
* Bahan warna siap digunakan

Cara mewarnai umpan hidup

Untuk umpan yang sudah mengeluarkan air seperti cacing, bahan dengan dasar umbi bisa langsung digunakan atau ditaburkan sehari sebelum umpan digunakan.

Untuk umpan yang kering, seperti ulat, jangkrik dan sebagainya, pada umpan dengan dasar umbi, perlu diberi sedikit air agar warna bisa melekat, sedangkan warna dari daun/pohon bisa langsung digunakan. Setelah umpan diberi warna, jemur selama 1 jam dan umpan siap digunakan


Perhatian :

Warna pada umpan, hanya bertahan dalam air selama 45 menit sampai dengan 2 jam saja

Untuk lebih effektip, pencampuran warna dengan air, sebaiknya juga ditambahkan umpan hidup yang telah disatukan dengan air campuran sehingga bau yang ditimbulkan sama dengan umpan hidup tersebut

Demikian mengenai pewarnaan umpan ini disampaikan, semoga bermanfaat untuk para mancingers, apabila ada sesuatu kesalahan dan kurangnya penyempurnaan dalam penyajian, mungkin ada teman-teman yang bisa menambahkan/menyempurnakan lebih lanjut.


By. MJ Sanusi

Kamis, 20 Agustus 2009

Ikan Baung

Baung
Baung kuning, dari Darmaga, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Siluriformes
Famili: Bagridae
Genus: Hemibagrus
Bleeker, 1862
Tipe spesies
Bagrus nemurus
Valenciennes, 1840
Species

Lihat pada teks.

Sinonim
  • Macropterobagrus
    Nichols, 1925
  • Brachymystus
    Fowler, 1937
Baung adalah nama segolongan ikan yang termasuk ke dalam marga Hemibagrus, suku Bagridae. Ikan yang menyebar luas di India, Cina selatan dan Asia Tenggara ini juga dikenal dengan banyak nama daerah, seperti ikan duri, baong, baon (Malaysia), bawon (Betawi), senggal atau singgah (Sunda), tagih atau tageh (Jawa), niken, siken, tiken, tiken bato (Kalteng), dan lain-lain.

Baung masih sekerabat dengan Lele (Bangsa Siluriformes). Nama marganya, Hemibagrus, berasal dari kata bahasa Latin hemi yang berarti “setengah” atau “separuh”, dan bagrus, yang dipungut dari pelafalan Muzarab bagre atas perkataan Yunani pagros, yakni nama sejenis ikan laut (Inggris : seabream).

Pengenalan

Marga Hemibagrus pa da mulanya dianggap satu dengan marga Mystus (ikan-ikan keting atau lundu), atauyang sebelum nya dikenal sebagai Macrones. Marga ini dipisahkan, salah satunya ialah karena anggotanya yang dewasa umumnya memiliki tubuh yang berukuran besar. Sejenis baung dari Indocina bagian tengah, H. wyckioides, diketahui sebagai jenis baung terbesar yang dapat mencapai bobot tubuh 80Kg. Bertubuh agak mirip dengan Lele, ikan-ikan baung memiliki kepala yang memipih agak mendatar, dengan bagian tulang tengkorak yang kasar di atas kepala tak tertutupi oleh kulit, dan sirip lemak yang berukuran sedang berada di belakang sirip punggung (dors

al). Baung bertubuh licin tanpa sisik di tubuhnya, dan serupa dengan Lundu dan Patin, Baung memiliki tiga duri yang berbisa (patil), yakni pada sepasang sirip dadanya, dan sebuah lagi berada di awal sirip punggungnya.

Sifat Biologis

Baung adalah ikan air tawar yang dapat hidup dari perairan di muara sungai sampai ke bagian hulu. Bahkan di Sungai Musi (Sumatera Selatan), baung ditemukan sampai ke muara sungai di daerah pasang surut yang berair sedikit payau. Selain itu, ikan ini juga banyak ditemui di tempat-tempat yang letaknya di daerah banjir. Secara umum, baung dinyatakan sebagai ikan yang hidup di perairan umum seperti sungai, rawa, situ, danau, dan waduk.

Baung bersifat noktural. Artinya, aktivitas kegiatan hidupnya (mencari makan, dll) lebih banyak dilakukan pada malam hari. Selain itu, baung juga memiliki sifat suka bersembunyi di dalam liang-liang di tepi sungai tempat habitat hidupnya. Di alam, baung termasuk ikan pemakan segala (omnivora). Namun ada juga yang menggolongkannya sebagai ikan carnivora, karena lebih dominan memakan hewan-hewan kecil seperti ikan-ikan kecil (Arsyad, 1973). Pakan baung antara lain ikan-ikan kecil, udang-udang kecil, remis, insekta, molusca, dan rumput.

Pemanfaatan

Di Asia Tenggara, baung merupakan ikan konsumsi yang penting. Tekstur dagingnya berwarna lembut, putih, tebal tanpa duri halus, sehingga sangat digemari masyarakat. Berbagai masakan ikan baung yang terkenal enak, di antaranya adalah pindang baung dari Sumatera Selatan dan Baung asam padeh dari Riau, serta ikan baung panggang dari Kalimantan. Selain itu, ikan baung juga biasa dijadikan ikan asap.

Salah satu jenisnya, yakni Baung Putih (H. Nemurus), telah berhasil dikembangkan pembenihannya dan dibudidayakan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi semenjak tahun 1998.

Jenis-jenisnya

Secara biogeografi, marga Hemibagrus diketahui menyebar luas di sebelah timur lembah Sungai Gangga–Brahmaputra dan di selatan aliran Sungai Yangtze. Ragam jenis yang tertinggi berkembang di wilayah Paparan Sunda.

Berikut ini adalah tabel spesies anggota marga Hemibagrus menurut daftar yang disusun Ferraris (2007):

Spesies Author Penyebaran Nama umum
Hemibagrus baramensis (Regan, 1906). Endemik di Sungai Baram, Serawak.
H. bongan (Popta, 1904) Endemik di aliran sungai-sungai Kapuas, Rajang dan Baram, Kalimantan bagian barat.
H. caveatus Ng, Wirjoatmodjo & Hadiaty, 2001 Endemik di sekitar lembah Sungai Alas, Aceh
H. centralus Mai, 1978 Vietnam bagian utara
H. chrysops[4] Ng & Dodson, 1999 Terbatas di aliran sungai-sungai Sadong dan Rajang, Serawak.
H. filamentus (Fang & Chaux, 1949) Lembah sungai Mekong bagian tengah dan hilir
H. fortis (Popta, 1904) Kalimantan
H. furcatus Ng, Martin-Smith & Ng, 2000 Lembah sungai Segama, Sabah
H. gracilis[1] Ng & Ng, 1995 Wilayah Endau-Rompin, Semenanjung Malaya
H. guttatus (La Cepède, 1803) Cina selatan dan Laos
H. hainanensis (Tchang, 1835) Hainan
H. hoevenii (Bleeker, 1846) Sungai-sungai Kapuas dan Baram (Kalimantan bagian barat), Musi dan Batanghari (Sumatra bagian timur), serta lembah sungai Muar, Semenanjung Malaya.
H. hongus Mai, 1978 Vietnam bagian utara
H. imbrifer Ng & Ferraris, 2000 Lembah sungai Salween, Thailand
H. johorensis (Herre, 1940) Semenanjung Malaya dan Sumatra
H. macropterus Bleeker, 1870 Cina selatan
H. major Roberts & Jumnongthai, 1999 Phetchabun, Thailand.
H. maydelli (Rössel, 1964) Sungai Khrisna, India
H. menoda (Hamilton, 1822) Sungai-sungai Gangga, Brahmaputra, Mahanadi dan Godawari di India dan Bangladesh
H. microphthalmus (Day, 1877) Sungai-sungai Manipur (India), Irawadi dan Sittang (Burma), serta Salween (Thailand)
H. nemurus (Valenciennes, 1840) Jawa, dan kemungkinan pula wilayah-wilayah di sekitarnya. Baung putih, baung sungai
H. olyroides (Roberts, 1989) Endemik di aliran Sungai Kapuas, Kalbar
H. peguensis (Boulenger, 1894) Sungai-sungai Irawadi, Sittang dan Pegu (Burma),
H. planiceps (Valenciennes, 1840) Terbatas di Jawa Baung kuning
H. pluriradiatus (Vaillant, 1892) Cina selatan dan Laos
H. punctatus (Jerdon, 1849) Tamil Nadu dan Mysore, India
H. sabanus (Inger & Chin, 1959) Terbatas di sekitar Sungai Kinabatangan, Sabah
H. spilopterus[5] Ng & Rainboth, 1999 Lembah sungai Mekong bagian hilir.
H. variegatus Ng & Ferraris, 2000 Lembah sungai Tenasserim, Burma
H. velox Tan & Ng, 2000 Sungai-sungai di Sumatra tengah
H. vietnamicus Mai, 1978 Laos dan Vietnam bagian utara
H. wyckii (Bleeker, 1858) Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya, serta di wilayah Paparan Sunda Baung kunyit
H. wyckioides (Fang & Chaux, 1949) Kamboja, Laos, Thailand dan Cina selatan

Pengecualian

Nama baung terkadang juga digunakan untuk menyebut jenis-jenis ikan yang berbentuk serupa dalam suku Bagridae, namun tergolong ke dalam marga yang lain di luar Hemibagrus. Misalnya,

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Baung

Ikan Betutu/Gloso

Betutu
Ikan betutu, Oxyeleotris marmorata  dari Sungai Cihideung, Darmaga, Bogor
Ikan betutu, Oxyeleotris marmorata
dari Sungai Cihideung, Darmaga, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Eleotridae
Genus: Oxyeleotris
Spesies: O. marmorata
Nama binomial
Oxyeleotris marmorata
Bleeker, 1852

Betutu (Oxyeleotris marmorata) adalah nama sejenis ikan air tawar ikan air tawar. Meskipun agak jarang yang berukuran besar, ikan yang menyebar di Asia Tenggara hingga Kepulauan Nusantara ini digemari pemancing karena betotan (tarikan)nya yang kuat dan tiba-tiba.

Nama-nama lainnya di pelbagai daerah di Indonesia adalah bakut, bakutut, belosoh (nama umum), boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus bodoh, ketutuk, ikan malas, ikan hantu dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut marble goby atau marble sleeper, merujuk pada pola-pola warna di tubuhnya yang serupa batu pualam kemerahan.

Pengenalan

Sisi atas ikan betutu

Ikan bertubuh kecil sampai sedang dengan kepala yang besar. Panjang tubuh (SL, standard length) maksimum hingga sekitar 65cm, namun kebanyakan hanya antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya.

Sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri); dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.

Seperti dicerminkan oleh namanya, ikan ini malas bergerak atau berpindah tempat. Ia cenderung diam saja di dasar perairan, sekalipun diusik. Hanya di malam hari betutu agak aktif, memburu udang, ikan-ikan kecil, yuyu, atau siput air. Ikan betutu didapati di sungai-sungai di bagian yang terlindung, rawa, waduk, saluran air atau parit.

Penyebaran

Betutu menyebar di Asia Tenggara: Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Semenanjung Malaya, Filipina dan Indonesia: Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Didapati pula di Jawa. Diintroduksi ke Singapura, Taiwan, Cina dan mungkin pula Fiji.

Ikan betutu disukai sebagai ikan pancing maupun ikan konsumsi. Dagingnya enak dan lembut.

SUmber : http://id.wikipedia.org/wiki/Betutu

Ikan Betok

Betok
Ikan betok, Anabas testudineus
Ikan betok, Anabas testudineus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Anabantidae
Genus: Anabas
Spesies: A. testudineus
Nama binomial
Anabas testudineus
(Bloch, 1792)

Betok adalah nama sejenis ikan yang umumnya hidup liar di perairan tawar. Ikan ini juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti bethok atau bethik, puyu, pepuyu.. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai climbing gouramy atau climbing perch, merujuk pada kemampuannya memanjat ke daratan. Nama ilmiahnya adalah Anabas testudineus (Bloch, 1792).

Pemerian

Ikan yang umumnya berukuran kecil, panjang hingga sekitar 25 cm, namun kebanyakan lebih kecil. Berkepala besar dan bersisik keras kaku.

Sisi atas tubuh (dorsal) gelap kehitaman agak kecoklatan atau kehijauan. Sisi samping (lateral) kekuningan, terutama di sebelah bawah, dengan garis-garis gelap melintang yang samar dan tak beraturan. Sebuah bintik hitam (terkadang tak jelas kelihatan) terdapat di ujung belakang tutup insang. Sisi belakang tutup insang bergerigi tajam seperti duri.

Kebiasaan dan Penyebaran

Betok umumnya ditemukan di rawa-rawa, sawah, sungai kecil dan parit-parit, juga pada kolam-kolam yang mendapatkan air banjir atau berhubungan dengan saluran air terbuka.

Ikan ini memangsa aneka serangga dan hewan-hewan air yang berukuran kecil. Betok jarang dipelihara orang, dan lebih sering ditangkap sebagai ikan liar.

Dalam keadaan normal, sebagaimana ikan umumnya, betok bernafas dalam air dengan insang. Akan tetapi seperti ikan gabus dan lele, betok juga memiliki kemampuan untuk mengambill oksigen langsung dari udara. Ikan ini memiliki organ labirin (labyrinth organ) di kepalanya, yang memungkinkan hal itu. Alat ini sangat berguna manakala ikan mengalami kekeringan dan harus berpindah ke tempat lain yang masih berair. Betok mampu merayap naik dan berjalan di daratan dengan menggunakan tutup insang yang dapat dimegarkan, dan berlaku sebagai semacam ‘kaki depan’. Namun tentu saja ikan ini tidak dapat terlalu lama bertahan di daratan, dan harus mendapatkan air dalam beberapa jam atau ia akan mati.

Ikan ini menyebar luas, mulai dari India, Tiongkok hingga Asia Tenggara dan Kepulauaan Nusantara di sebelah barat Garis Wallace.

Cara mendapatkan ikan ini (betok) pada kebanyak daerah dengan dipancing dengan umpan cacing, akan tetapi ada juga dengan menggunakan jangkrik, cilung (ulat bambu) akan tetapi di wilayah Kalimantan tengah dan Banjarmasin kebiasaan penduduk disana memiliki cara tersendiri, yaitu dengan mencampur telor semut(kroto) dengan getah karet dan dimasak dengan cara dikukus.Umpan ini selain ikan betok juga dapat sebagai umpan ikan saluang.

Masakan

Masyarakat Banjar dan pesisir Kalimantan Tengah memiliki menu khas dari ikan betok (pepuyu dalam bahasa setempat). Pepuyu bakar terkenal sebagai masakan yang enak dari daerah Banjarmasin. Dikenal pula wadi pepuyu, ikan betok yang dibuang sisik, jerohan, dan insangnya dan difermentasi dengan bantuan garam dalam wadah beling. Wadi pepuyu dimasak sesuai selera, digoreng atau disayur.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Betok

Ikan Gabus

Ikan Gabus
Ikan gabus, Channa striata
Ikan gabus, Channa striata
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalial
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Channidae
Genus: Channa
Spesies: C. striata
Nama binomial
Channa striata
(Bloch, 1793)


Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di pelbagai daerah: aruan, haruan, kocolan, bogo, bayong, bogo, licingan, kutuk, dan lain-lain. Dalam bahasa inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793)

Pemerian


Kepala ikan gabus

Ikan darat yang cukup besar, dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1 m. Berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead), dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya.

Sisi atas tubuh--dari kepala hingga ke ekor-- berwarna gelap, hitam kecoklatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih, mulai dagu ke belakang. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata, bercoret-coret) yang agak kabur. Warna ini seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam.

Kebiasaan

Ikan gabus biasa didapati di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok.

Seringkali ikan gabus terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan di sana. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui ‘berjalan’ di daratan, khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada ikan lele atau betok) namun lebih primitif.

Pada musim kawin, ikan jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di antara tumbuhan dekat tepi air. Anak-anak ikan berwarna jingga merah bergaris hitam, berenang dalam kelompok yang bergerak bersama-sama kian kemari untuk mencari makanan. Kelompok muda ini dijagai oleh induknya.

Penyebaran

Ikan gabus menyebar luas mulai dari Pakistan di barat, Nepal bagian selatan, kebanyakan wilayah di India, Bangladesh, Sri Langka, Tiongkok bagian selatan, dan sebagian besar wilayah di Asia Tenggaraa termasuk Indonesia bagian barat.

Keragaman Jenis

Gabus dan kerabatnya termasuk hewan Dunia Lama, yakni dari Asia (genus Channa) dan Afrika (genus Parachanna). Seluruhnya kurang lebih terdapat 30 spesies dari kedua genus tersebut.

Di Indonesia terdapat beberapa spesies Channa; yang secara alami semuanya menyebar di sebelah barat Garis Wallace. Namun kini gabus sudah diintroduksikan ke bagian timur pula.

Salah satu kerabat dekat gabus adalah ikan toman (Channa micropeltes), yang panjang tubuhnya dapat melebihi 1 m dan beratnya lebih dari 5 kg.

Manfaat dan Kerugian

Sebetulnya ikan gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan-ikan gabus liar yang ditangkap dari sungai, danau dan rawa-rawa di Sumatra dan Kalimantan kerap kali diasinkan sebelum diperdagangkan antar pulau. Gabus asin merupakan salah satu ikan kering yang cukup mahal harganya. Selain itu ikan gabus segar, kebanyakan dijual dalam keadaan hidup, merupakan sumber protein yang cukup penting bagi masyarakat desa, khususnya yang berdekatan dengan wilayah berawa atau sungai.

Ikan gabus juga merupakan ikan pancingan yang menyenangkan. Dengan umpan hidup berupa serangga atau anak kodok, gabus relatif mudah dipancing. Namun giginya yang tajam dan sambaran serta tarikannya yang kuat, dapat dengan mudah memutuskan tali pancing.

Akan tetapi ikan ini juga dapat sangat merugikan, yakni apabila masuk ke kolam-kolam pemeliharaan ikan (Meskipun beberapa kerabat gabus di Asia juga sengaja dikembangbiakkan sebagai ikan peliharaan). Gabus sangat rakus memangsa ikan kecil-kecil, sehingga bisa menghabiskan ikan-ikan yang dipelihara di kolam, utamanya bila ikan peliharaan itu masih berukuran kecil.

Sejak beberapa tahun yang lalu di Amerika utara, ikan ini dan beberapa kerabat dekatnya yang sama-sama termasuk snakehead fishes diwaspadai sebagai ikan berbahaya, yang dapat mengancam kelestarian biota perairan di sana. Jenis-jenis snakehead sebetulnya masuk ke Amerika sebagai ikan akuarium. Kemungkinan karena kecerobohan, maka kini snakehead juga ditemui di alam, di sungai-sungai dan kolam di Amerika. Dan karena sifatnya yang buas dan invasif, Pemerintah Amerika khawatir ikan-ikan itu akan cepat meluas dan merusak keseimbangan alam perairan.

Gabus bagi kesehatan

Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_gabus


Manfaat Ikan Gabus dan Kerang

Karena kasus sirosis liver, terjadi bleeding dan menyebabkan kadar albumin turun. Hasil lab menunjukkan kadar albumin 2,12 dari rentangan nilai normal 3,4 - 4,8. Dengan rendahnya kadar albumin ini, perutnya alami ascites (busung, bgaai oranghamil 9 bulan) karena cairan sulit keluar. Dengan kondisi ascites tsb, sungguh tidak mengenakkan karena ada perasaan sebah, kembung, dsb. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan albumin.

Sabtu-Minggu, dokter tidak visit pasien, menunggu treatment, dokter jaga yg residen tidak berani ambil keputusan meski tahu treatment yg perlu diberikan. Saya ambil inisitiaf menyuruh adik untuk menyembelih ikan gabus yg kami pelihara di rumah, dalam kondisi hidup diiris dekat insangnya, dan dalam keadaan menggelepar, langsung dikukus. Atau, beri air garam, ikan akan mati lalu diiris dan dikukus. Dari seekor ikan gabus, akan menghasilkan sesendok lendir. Dicampur dengan jeruk nipis atau madu, lendir diminumkan ke pasien. Namun, jangan harap setiap pasien mau minum lendir ini secara langsung, bisa mual karna amat amis. Kasus suami saya seperti itu sehingga saya harus memaksanya. Tetapi tak ada hasil, mulutnya tak mau terbuka untuk minum lendir. Saya cari akal, beli kapsul, dan lendir saya masukkan kapsul lalu
ditelan dengan pisang yg telah dikunyah lembut. Bertahap, bisa masuk 8 kapsul gede.

Karena mencari ikan gabus agak ribet, pilihan lainnya, kerang kece. Kerang kece ini rekomendasi dari rekan kerja saya di BPKLN Depdiknas, Dr. AB Susanto (Beasiswa Unggulan) yg doktor perikanan. Kerang kece direbus dan airnya diminum. Kerang kece ini kerang sungai, dan syukurlah mudah didapatkan dari sungai di belakang rumah famili saya di Turi Sleman. Tadi pagi, kerang kece ini direbus putri kami, ada sekitar 5 sendok. Semula rebusan kerang kece ini
akan saya masukkan ke kapsul, namun saya campur dengan sup asparagus, jadi terasa lezat.

Dokter visit, Senin siang, mesti infus albumin. Albumin inject 25% sebanyak 100ml seharga 2,1 juta, buatan farmasi dari USA. Ketika dokter berlalu, saya ragu, membeli atau teruskan uji coba saya dengan kerang kece. Ada 2 kadar albumin, yg 20% seharga 1,8 juta, agak lama meningkatkan kadar albumin dibandingkan dengan yg kadar 25%, kata residen. Saya bilang ke residen, saya ingin pakai kerang kece, namun dia takut kalau melanggar aturan dokter spesialis yg merawat suami saya. Saya katakan itu akan saya hadapi resikonya, namun saya kasihan jika ybs kena marah sebab saya sudah tahu prosedur aturan akademik di FK dalam pendidikan dokter. Akhirnya saya beritahu akan beli albumin 25%, yg tidak dicover askes, namun saya minta uji lab dulu dari hasil minum lendir dan rebusan kerang kece. Uji Lab baru dilakukan pk 6 pm, saya jawab itu terlambat, saya panggil HI-LAB saja. Saya telpon HI-LAB di 557744, datanglah perawat yg sudah kami kenal karena kami terbiasa panggil HI-LAB ke rumah. Saya cuma minta uji kadar albumin dalam darah. Dalam 30 menit ke depannya, hasil dikirim via SMS, kadar albumin 2,70. Dengan hasil lab 2.70 dari semula 2.12 terjadi peningkatan 0.58, dan ini amat berarti. Saya tunjukkan ke suami SMS dari HI-LAB di HP-nya "Lihat, 2,70 dari kadar semula 2,12. Ada peningkatan 0.58. Murah-meriah bahkan gratis selagi beli albumin inject seharga 2,1 juta." Kadar SGOT-SGOT juga turun.

Dulu, kami juga pernah manfaatkan kerang kece selain lendir ikan gabus, namun tidak langsung diikuti cek lab sehingga ragu. Kini, dengan uji lab langsung, benar2 dapat diketahui khasiatnya. Dengan bukti ini suami saya percaya.
Melihat semua itu, cara-cara gunakan resep tradisional ini, tentu sudah diketahui banyak masyarakat, namun uji lab secara serius mungkin belum dilakukan, apalagi sampai pada taraf paten.

Saya berharap dosen/mahasiswa ada yg berminat melakukan penelitian tentang manfaat kerang kece sebab sekian pasien yg menderita beberapa penyakit,
tampaknya selain sirosis juga ginjal, memerlukan albumin inject. Kasus gagal
ginjal sering terjadi, di bangsal kelas 3 saja sudah ada sekian pasien yg harus cuci
darah. Dengan harga albumnin yg mahal, tak mungkin pasien gakin bisa
membelinya, atau mungkin mereka saja yg dapat, bukan pasien askes wajib.
Apapun alasannya, jika resep tradisional ini dapat dikembangkan dan itu
memungkinkan, dengan cara mengamati pola hidup kerang kece, merebusnya
dengan kadar air dengan perubahan perbandingan kadar air dan kepekatan,
dianalisis kandungan proteinnya, lalu dicari dosis yg tepat, dan uji coba ke
pasien. Rebusan mungkin bisa dibuat soft capsul, ekstrak, apapun yg
memudahkan diminum dan khasiat tidak berkurang. Kerjasama dosen dari Farmasi, FK, dan lalu cari sponsor ke
perusahaan farmasi, atau via DP2M Hibah Bersaing. Temuan dipatenkan,
kerjasama dengan perusahaan farmasi, temuan diproduksi, dijual, bisa lebih
murah. Mungkinkah? Jangan sampai hal ini didahului bangsa lain.

Adakah rekan-rekan yang telah melakukan penelitian terhadap kerang kece ini???

Sayang saya tidak punya wewenang untuk bidang ini. Sungguh saya berharap
ada pihak yang meneliti topik ini sebagai peluang demi kesehatan dan demi ilmu.
Selalu di benak saya memikirkan bagaimana ilmu bisa dikembangkan. Termasuk
mengapa kami berminat menjadi cadaver jika kelak meninggal dengan harapan
para dokter memikirkan dirinya juga berminat menjadi pedonor (bukan untuk
cadaver saja, melainkan donor organ) agar bidang mereka berkembang atas
prakarsa mereka sendiri. Selagi dokter berlatih teknik bedah di luar
negeri, namun di dalam negeri tidak ada pedonor, dan sistem penunjangnya
secara hukum dsb, jangan pernah berharap dunia kedokteran bakalan maju. Yg
memikirkan kemajuan bidang medis mestinya para dokter itu sendiri, hidup dan
mati dari dan dalam bidangnya. Kami yg bukan dari bidang medis saja berpikir
ke sana, semata karena kami tahu bahwa kebutuhan dasar manusia adalah sehat
dan pintar. Dokter membuat masyarakat sehat dan guru membuat mereka pintar.

Oh ya, kini suami saya hobby makan sup asparagus plus kerang kece setelah yakin dengan manfaatnya. Tak mudah meyakinkannya. Ada yg kadar SGPT-SGOT-nya tinggi? Silakan coba dan cek lab setelah itu.

By : Pangesti, Erna Rochmawati

 

Pengikut

Slide

Loading...
Bagikan Bagikan
Top Fishing Websites at TopFishingSites.Com Add to Technorati Favorites Monitor link cyber-lake.com Top Fishing Sites

MANCING MANIA Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template