blog-indonesia.com JAGA-PELIHARA-LESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP INI - BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA, TANAM TANAMAN PADA LAHAN KOSONG, MINIMALISIR PENGGUNAAN AIR BERSIH, KURANGI BERKENDARAAN blog-indonesia.com

Jumat, 31 Juli 2009

Ikan Tawes

Tawes
Status konservasi
ikan ternak
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cypriniformes
Famili: Cyprinidae
Genus: Barbonymus
Spesies: B. gonionotus
Nama binomial
Barbonymus gonionotus
(Bleeker, 1850)

IKAN TAWES (Barnoides gonionotus)

Barnoides gonionotus atau ikan Tawes (Indonesia), ikan Lampam Jawa (Melayu), Thai Silver Barb (Thailand), Indonesian Barb, Java Barb, atau Common Silver Barb termasuk familia Cyprinidae, ordo Cypriniformes. Dapat mencapai panjang total 41 cm, tetapi di Reservoir Dan Tchang, Thailand pernah tertangkap yang berukuran 45 cm dengan berat 2,1 kg. Ikan ini mulai dibudidayakan pada tahun 1958. Terdistribusi di Benua Asia DAS Mekong dan Chao Phraya, Thailand, Malaysia, Sumatera dan Jawa. Hidup di perairan tawar dengan suhu tropis 22 – 28°C; pH 7. Ikan ini dapat ditemukan di sungai pada kedalaman hingga lebih dari 15 m, rawa banjiran dan waduk.

Bentuk badan agak panjang dan pipih dengan punggung meninggi,kepala kecil, moncung meruncing, mulut kecil terletak pada ujung hidung, sungut sangat kecil atau rudimenter. Di bawah garis rusuk terdapat sisik 5½ buah dan 3-3½ buah diantara garis rusuk dan permulaan sirip perut. Garis rusuknya sempurna berjumlah antara 29-31 buah. Badan berwarna keperakan agak gelap di bagian punggung. Pada moncong terdapat tonjolan-tonjolan yang sangat kecil. Sirip punggung dan sirip ekor berwarna abu-abu atau kekuningan, sirip dada berwarna kuning dan sirip dubur berwarna oranye terang. Sirip dubur mempunyai 6½ jari-jari bercabang (Kottelat, et al., 1993; Weber and Beaufort, 1916).

Mudah berkembang biak dalam kolam dengan rangsangan alami, sepanjang tahun. Di perairan umum memijah pada musim penghujan. Ikan matang telur pada umum ± 8 bulan dengan ukuran panjang 20 cm berat 175 gram dengan fekunditas berkisar antara 25.980-86.916 butir. Telur mengendap pada dasar perairan (demersal) dan menetas dalam waktu 13-20 jam (Utomo, et al., 2007). Kebiasaan makan bersifat omnivora. Makanannya dari tumbuhan (seperti dedaunan, Ipomea reptans, dan Hydrilla), fitoplankton dan invertebrata.

Di alam, ikan ini biasa didapatkan dengan alat tangkap jaring, ngesar, tuguk, jala dan alat tangkap trap yaitu sengkirai. Ukuran yang paling banyak tertangkap di perairan berkisar antara 50-200 gram dan biasa dikonsumsi dalam keadaan segar. Harga tergolong sedang yaitu Rp.10.000,-/kg dan banyak dipasarkan adalah ikan tawes yang berasal dari budidaya.


Sumber: http://www.dkp.go.id

Ikan Nila

Ikan Nila
Ikan nila betina dari Lumajang, Jawa Timur
Ikan nila betina dari Lumajang, Jawa Timur
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Cichlidae
Genus: Oreochromis
Spesies: O. niloticus
Nama binomial
Oreochromis niloticus
Linnaeus, 1758

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan peliharaan yang berukuran sedang, panjang total (moncong hingga ujung ekor) mencapai sekitar 30 cm. Sirip punggung (dorsal) dengan 16-17 duri (tajam) dan 11-15 jari-jari (duri lunak); dan sirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 8-11 jari-jari.

Tubuh berwarna kehitaman atau keabuan, dengan beberapa pita gelap melintang (belang) yang makin mengabur pada ikan dewasa. Ekor bergaris-garis tegak, 7-12 buah. Tenggorokan, sirip dada, sirip perut, sirip ekor dan ujung sirip punggung dengan warna merah atau kemerahan (atau kekuningan) ketika musim berbiak.

Kebiasaan dan penyebaran

Ikan nila dilaporkan sebagai pemakan segala (omnivora), pemakan plankton, sampai pemakan aneka tumbuhan sehingga ikan ini diperkirakan dapat dimanfaatkan sebagai pengendali gulma air.

Ikan ini sangat peridi, mudah berbiak. Secara alami, ikan nila (dari perkataan Nile, Sungai Nil) ditemukan mulai dari Syria di utara hingga Afrika timur sampai ke Kongo dan Liberia. Pemeliharaan ikan ini diyakini pula telah berlangsung semenjak peradaban Mesir purba.

Karena mudahnya dipelihara dan dibiakkan, ikan ini segera diternakkan di banyak negara sebagai ikan konsumsi, termasuk di pelbagai daerah di Indonesia. Akan tetapi mengingat rasa dagingnya yang tidak istimewa, ikan nila juga tidak pernah mencapai harga yang tinggi. Di samping dijual dalam keadaan segar, daging ikan nila sering pula dijadikan fillet.

Anak jenis dan kerabatnya

Ada beberapa anak jenis ikan nila, di antaranya:

O. niloticus niloticus
  • Oreochromis niloticus baringoensis Trewavas, 1983
  • Oreochromis niloticus cancellatus (Nichols, 1923)
  • Oreochromis niloticus eduardianus (Boulenger, 1912)
  • Oreochromis niloticus filoa Trewavas, 1983
  • Oreochromis niloticus niloticus (Linnaeus, 1758)
  • Oreochromis niloticus sugutae Trewavas, 1983
  • Oreochromis niloticus tana Seyoum & Kornfield, 1992
  • Oreochromis niloticus vulcani (Trewavas, 1983)

Ikan nila berkerabat dekat dengan mujair (Oreochromis mossambicus). Dan sebagaimana kerabatnya itu pula, ikan nila memiliki potensi sebagai ikan yang invasif apabila terlepas ke badan-badan air alami.

Nilai gizi

Ikan nila dan mujair merupakan sumber protein hewani murah bagi konsumsi manusia. Karena budidayanya mudah, harga jualnya juga rendah. Budidaya dilakukan di kolam-kolam atau tangki pembesaran. Pada budidaya intensif, nila dan mujair tidak dianjurkan dicampur dengan ikan lain karena memiliki perilaku agresif.

Nilai kurang bagi ikan ini sebagai bahan konsumsi adalah kandungan asam lemak omega-6 yang tinggi sementara asam lemak omega-3 yang rendah. Komposisi ini kurang baik bagi mereka yang memiliki penyakit yang berkait dengan peredaran darah.


Sumber:
  • Oreochromis niloticus pada FishBase, diakses 27/10/07
  • Oreochromis niloticus pada ITIS Database, diakses 27/10/07
  • Bardach, J.E.; J.H. Ryther & W.O. McLarney. 1972. Aquaculture. the Farming and Husbandry of Freshwater and Marine Organisms. John Wiley & Sons.
  • Kottelat, M.; A.J. Whitten; S.N. Kartikasari & S. Wirjoatmodjo. 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus, Jakarta.
  • Nagl, S.; H. Tichy; W.E. Mayer; I.E. Samonte; B.J. McAndrew & J. Klein. 2001. Classification and Phylogenetic Relationships of African Tilapiine Fishes Inferred from Mitochondrial DNA Sequences. Molecular Phylogenetics and Evolution 20(3): 361–374.
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_nila

Ikan Mujair

Mujair

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Cichlidae
Genus: Oreochromis
Spesies: O. mossambicus
Nama binomial
Oreochromis mossambicus
(W. Peters), 1852

Mujair adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Penyebaran alami ikan ini adalah perairan Afrika dan di Indonesia pertama kali ditemukan oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939. Meski masih menjadi misteri, bagaimana ikan itu bisa sampai ke muara terpencil di selatan Blitar, tak urung ikan tersebut dinamai ‘mujair’ untuk mengenang sang penemu.

Nama ilmiahnya adalah Oreochromis mossambicus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau kadang-kadang secara tidak tepat disebut "Java tilapia".

Ikan berukuran sedang, panjang total maksimum yang dapat dicapai ikan mujair adalah sekitar 40 cm. Bentuk badannya pipih dengan warna hitam, keabu-abuan, kecoklatan atau kuning.

Sirip punggungnya (dorsal) memiliki 15-17 duri (tajam) dan 10-13 jari-jari (duri berujung lunak); dan sirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari.

Kebiasaan

Ikan mujair mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar garam (salinitas), sehingga dapat hidup di air payau. Jenis ikan ini memiliki kecepatan pertumbuhan yang relatif cepat, tetapi setelah dewasa kecepatannya ini akan menurun.

Mujair juga sangat peridi. Ikan ini mulai berbiak pada umur sekitar 3 bulan, dan setelah itu dapat berbiak setiap 1½ bulan sekali. Setiap kalinya, puluhan butir telur yang telah dibuahi akan ‘dierami’ dalam mulut induk betina, yang memerlukan waktu sekitar seminggu hingga menetas. Hingga beberapa hari setelahnya pun mulut ini tetap menjadi tempat perlindungan anak-anak ikan yang masih kecil, sampai anak-anak ini disapih induknya.

Dengan demikian dalam waktu beberapa bulan saja, populasi ikan ini dapat meningkat sangat pesat. Apalagi mujair cukup mudah beradaptasi dengan aneka lingkungan perairan dan kondisi ketersediaan makanan.

Tidak mengherankan apabila ikan ini dianggap invasif dan menimbulkan berbagai masalah baru di perairan yang didatanginya, seperti halnya di Singapura, dan di California Selatan, Amerika Serikat. Tidak luput pula adalah berbagai waduk dan danau-danau di Indonesia yang 'ditanami' ikan ini, seperti misalnya Danau Lindu di Sulawesi Tengah.

Sumber:

  • Oreochromis mossambicus pada FishBase, diakses 27/10/07
  • Oreochromis mossambicus pada ITIS Database, diakses 27/10/07
  • Kottelat, M.; A.J. Whitten; S.N. Kartikasari & S. Wirjoatmodjo. 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Edition (HK).
  • Nagl, S.; H. Tichy; W.E. Mayer; I.E. Samonte; B.J. McAndrew & J. Klein. 2001. Classification and Phylogenetic Relationships of African Tilapiine Fishes Inferred from Mitochondrial DNA Sequences. Molecular Phylogenetics and Evolution 20(3): 361–374.
  • Soeseno, S. 1984. Perkenalkan: Ikan (Pak) Mujair. dalam Dari Kutu sampai ke Gajah. PT Gramedia, Jakarta.
  • Whitten, A.J; M. Mustafa. 1984. Ekologi Sulawesi. Gadjah Mada Univ. Press, Yogyakarta.
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Mujair


Ikan Mas

Sistematika dan Morfologi

Ikan mas
Status konservasi: Aman
Common carp
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cypriniformes
Familia: Cyprinidae
Genus: Cyprinus
Spesies: carpio
Nama jenis
Cyprinus carpio
Linnaeus, 1758














Di Indonesia, ikan karper memiliki beberapa nama sebutan yakni ikan mas, kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya. Ahli perikanan Dr. A.L Buschkiel dalam RO. Ardiwinata (1981) menggolongkan jenis ikan karper menjadi dua golongan, yakni pertama, jenis-jenis karper yang bersisik normal dan kedua, jenis kumpai yang memiliki ukuran sisrip memanjang. Golongan pertama yakni yang bersisik normal dikelompokkan lagi menjadi dua yakni pertama kelompok ikan karper yang bersisik biasa dan kedua, bersisik kecil.

Sedangkan Djoko Suseno (2000) mengemukakan, berdasarkan fungsinya, ras-ras ikan karper yang ada di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama merupakan ras-ras ikan konsumsi dan kelompok kedua adalah ras-ras ikan hias.

Ikan karper sebagai ikan konsumsi dibagi menjadi dua kelompok yakni ras ikan karper bersisik penuh dan ras ikan karper bersisik sedikit. Kelompok ras ikan karper yang bersisik penuh adalah ras-ras ikan karper yang memiliki sisik normal, tersusun teratur dan menyelimuti seluruh tubuh. Ras ikan karper yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah ikan karper majalaya, ikan karper punten, ikan karper si nyonya dan ikan karper merah atau mas. Sedangkan yang tergolong dalam ras karper bersisik sedikit adalah ikan karper kaca yang oleh petani di Tabanan biasa disebut dengan nama karper gajah. Untuk kelompok ras ikan karper hias, beberapa di antaranya adalah karper kumpay, kaca, mas merah dan koi.

Secara morfologis, ikan karper mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek. Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan karper ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik ikan karper berukuran relatif besar dan digolongkan dalam tipe sisik sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya.

Sejarah Perkembangannya di Indonesia

Menurut Djoko Suseno (2000), di Indonesia pertama kali ikan karper berasal dari daratan Eropa dan Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi ikan budi daya yang sangat penting.

Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata, (1981) ikan karper yang berkembang di Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok Selatan. Disebutkan, budi daya ikan karper diketahui sudah berkembang di daerah Galuh (Ciamis) Jawa Barat pada pertengahan abad ke-19. Masyarakat setempat disebutkan sudah menggunakan kakaban - subtrat untuk pelekatan telur ikan karper yang terbuat dari ijuk – pada tahun 1860, sehingga budi daya ikan karper di kolam di Galuh disimpulkan sudah berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.

Sedangkan penyebaran ikan karper di daerah Jawa lainnya, dikemukakan terjadi pada permulaan abad ke-20, terutama sesudah terbentuk Jawatan Perikanan Darat dari “Kementrian Pertanian” (Kemakmuran) saat itu.

Dari Jawa, ikan karper kemudian dikembangkan ke Bukittinggi (Sumatera Barat) tahun 1892. Berikutnya dikembangkan di Tondano (Minahasa, Sulawesi Utara) tahun 1895, daerah Bali Selatan (Tabanan) tahun 1903, Ende (Flores, NTT) tahun 1932 dan Sulawesi Selatan tahun 1935. Selain itu, pada tahun 1927 atas permintaan Jawatan Perikanan Darat saat itu juga mendatangkan jenis-jenis ikan karper dari Negeri Belanda, yakni jenis Galisia (karper gajah) dan kemudian tahun 1930 didatangkan lagi karper jenis Frankisia (karper kaca). Menurut Djoko Suseno (2000), kedua jenis karper tersebut sangat digemari oleh petani karena rasa dagingnya lebih sedap, padat, durinya sedikit dan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ras-ras lokal yang sudah berkembang di Indonesia sebelumnya.

Pada tahun 1974, seperti yang dikemukakan Djoko Suseno (2000), Indonesia mengimpor ikan karper ras Taiwan, ras Jerman dan ras fancy carp masing-masing dari Taiwan, Jerman dan Jepang. Sekitar tahun 1977 Indonesia mengimpor ikan karper ras yamato dan ras koi dari Jepang. Ras-ras ikan karper yang diimpor tersebut dalam perkembangannya ternyata sulit dijaga kemurniannya karena berbaur dengan ras-ras ikan karper yang sudah ada di Indonesia sebelumnya sehingga terjadi persilangan dan membentuk ras-ras baru.

Syarat dan Kebiasaan Hidup

Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150--600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas terkadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%o.

Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.

Perkembangbiakan

Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad (ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan yang menghasilkan sperma). Sebenarnya pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan mas Bering memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air.

Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.

Sifat telur ikan mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa.

Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi larva. Larva ikan mas mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva ikan mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,50,6 mm dan bobotnya antara 18-20 mg.

Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan makanan dari luar untuk menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari zooplankton, seperti rotifera, moina, dan daphnia. Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya.

Setelah 2-3 minggu, kebul tumbuh menjadi burayak yang berukuran 1-3 cm dan bobotnya 0,1-0,5 gram. Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh menjadi putihan (benih yang siap untuk didederkan) yang berukuran 3-5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram. Putihan tersebut akan tumbuh terus. Setelah tiga bulan berubah menjadi gelondongan yang bobot per ekornya sekitar 100 gram.

Gelondongan akan tumbuh terus menjadi induk. Setelah enam bulan dipelihara, bobot induk ikan jantan bisa mencapai 500 gram. Sementara itu, induk betinanya bisa mencapai bobot 1,5 kg setelah berumur 15 bulan. Induk-induk ikan mas tersebut mempunyai kebiasaan mengaduk-aduk dasar perairan atau dasar kolam untuk mencari makanan.

Jenis-jenis Ikan Mas (Karper)

Saat ini, banyak sekali jenis ikan mas yang beredar di kalangan petani, baik jenis yang berkualitas tidak terlalu tinggi hingga jenis unggul. Setiap daerah memiliki jenis ikan mas favorit, misalnya di Jawa Barat, ikan mas yang paling digemari adalah jenis ikan mas majalaya. Di daerah lain,jenis ini belum tentu disukai, begitu juga sebaliknya. Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh selera masyarakat dan kebiasaan para petani yang membudidayakannya secara turun-temurun.

Dari beberapa jenis ikan mas yang telah dikenal masyarakat, varietas majalaya termasuk jenis unggul. Buktinya, varietas ini telah dilepas oleh Menteri Pertanian tahun 1999 dalam rangka HUT ke-25 Badan Litbang Pertanian.

Jenis-jenis ikan mas secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Jenis ikan mas konsumsi adalah jenis-jenis ikan mas yang dikonsumsi atau dimakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewan. Sementara itu, jenis ikan mas hias umumnya digunakan untuk memenuhi kepuasan batin atau untuk hiasan (pajangan) dan dipelihara di kolam-kolam taman atau akuarium.

A. Ikan Mas Konsumsi

1. Ikan Mas Punten

Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4: 1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.

2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya

Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66: 1.

Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.

Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000125.000 dan diameternya 0,3-1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxoxporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5-8,5.

3. Ikan Mas Taiwan

Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.

4. Ikan Mas Merah

Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol.

5. Ikan Mas Majalaya

Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2: 1.

Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.

Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophilla, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000-110.000 butir per kilogram induk. Berikut ini kriteria benih ikan mas majalaya berbagai ukuran berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

6. Ikan Mas Yamato

Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang.

7. Ikan Mas Lokal

Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.

Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.

B. Ikan Mas Hias

Jenis-jenis ikan mas yang digolongkan ke dalam kelompok ikan mas hias sebagai berikut.

1. Man Mas Kumpay

Ciri yang menonjol dari ikan mas kumpay adalah semua siripnya panjang dan berumbai sehingga tampak indah ketika sedang bergerak. Warna sisiknya sangat bervariasi, ada yang putih, kuning, merah, dan hijau gelap. Bentuk badannya memanjang seperti ikan mas sinyonya. Pertumbuhannya tergolong lambat. Kadang-kadang, ikan mas ini juga dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi.

2. Ikan Mas Kancra Domas

Bentuk tubuhnya memanjang. Gerakannya mirip ikan mas taiwan, yakni selalu aktif dan kurang jinak. Sisiknya berukuran kecil dan susunannya tidak beraturan. Warna sisiknya bervariasi, ada yang biru, cokelat, atau hijau. Sisik punggungnya berwarna gelap. Semakin ke arah perut, warnanya semakin terang keperakan atau keemasan.

3. Ikan Mas Kaca

Ciri khas ikan ini adalah sebagian tubuhnya tidak tertutup sisik. Bagian yang tidak tertutup sisik sepintas tampak bening, mirip kaca. Di sepanjang gurat sisi (linea lateralis) dan di sekitar pangkal siripnya terdapat sisik berwarna putih mengilap. Sisik tersebut berukuran besar dan tidak seragam.

4. Ikan Mas Fancy

Bentuk tubuh ikan mas ini memanjang. Sisiknya berwarna putih, kuning, dan merah. Pada tubuhnya terdapat totoltotol berwarna hitam. Karena warnanya yang bermacammacam itulah ikan mas ini disebut fancy.

5. Ikan Mas Koi

Ikan mas koi atau yang lebih populer disebut koi ini berasal dari Jepang. Mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980. Bentuk badannya bulat memanjang. Warna sisiknya beragam, ada putih, kuning, merah menyala, hitam, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.

Hobiis ikan Was umumnya menyukai ikan koi jenis bastar karena warna dan pola totolnya yang indah dan menarik. Ikan koi disukai hobiis karena gerakannya lambat dan cukup jinak.

Ikan koi memiliki beragam nama yang disesuaikan dengan pola dan warna tubuhnya, misalnya platinum nishikigoi, shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku nishikigoi, dan taishusanshoku nishikigoi.

Sumber:

  • Agus Rochdianto, 2005. Analisis Finansial Usaha Pembenihan Ikan Karper (Cyprinus carpio Linn) di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Skripsi S1 FE, Universitas Tabanan
  • Budi Daya Ikan Mas Secara Intensif. Khairuman, SP, Ir. Dodi Sudenda, MM, & Ir. Bambang Gunadi, M.Sc. AgroMedia Pustaka. Jakarta. 2008
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_karper

Kamis, 30 Juli 2009

Galatama Tambok Lobu

Pemancingan ikan patin GALATAMA TAMBOK LOBU
Ada pula gedung pertemuan untuk acara pesta pernikahan, ulang tahun, acara keluarga, dan lain-lain.

Lokasi
Jl. Hidup Baru Sarua Lama Ciputat (dekat SMAN 4 Ciputat), tidak jauh kurang lebih 2,5 km dari pasar ciputat kearah Bukit dipertigaan bukit kalau lurus kearah Jombang kita belok kiri lewati kantor kelurahan Sarua Lama 50 meter lalu belok kanan disitu tertulis plang SMA negri 4 Ciputat masuk kedalam.

Ikan yang ada disana yaitu galatama itu ikan patin, yang terberat 13 kg, untuk ikan mas, ikan mujaer, ikan bawal, pemancingan kiloan. Kolam harian untuk Ikan Mas, Mujair serta bisa disewakan kolam untuk mancing rombongan dan klub.

Jadwal
Buka senin, selasa, rabu, juma't, sabtu dan minggu, mulai jam 16.30. ronde pertama 16.30 sedangkan ronde kedua mulai antara 18.30 atw jam 19.00 (Kamis libur)

Tiket
Senin sampai sabtu ticket ronde pertama Rp. 100.000
ronde kedua Rp. 150.000,- sedangkan hari minggu ronde pertama Rp. 150.000, ronde kedua Rp. 100.000,-

Umpan
banyak sekali tinggal pesan aja ntar diantar ke lapak.

Tata Tertib
  • mata kail yang digunakan 2 rangkaian
  • untuk bemper (timah) minimal no. 4
  • jarak antar 1 pemancing dengan sebelahnya 3 meter
Kontak
Telp 7239741/74637944

Pemancingan Mangrove

MANGROVE berasal dari bahasa Portugis, yang kalau diartikan secara umum adalah tanaman yang hidup ditepi pantai / rawa – rawa yang berhubungan langsung dengan tepi pantai atau yang lebih dikenal dengan Hutan Mangrove.

Pemancingan Mangrove, dibuka sejak Tanggal 8 Mei 2004, Lokasi terletak Di Tepi Pantai Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga Kab. Tangerang Propinsi Banten. Luas lahan + 20 Hektar. Ikan yang dapat dipancing : Bandeng, Ikan Mujair dan Kakap Alam ( Kakap Putih ). Fasilitas : Kantin, Saung – saung yang dapat menampung lebih dari 200 orang, Kolam Pancing dengan ukuran masing : 30 x 200 M, 30 X 120 M, 30 x 80 M dan 80 x 200 M dengan kedalam mencapai 5 M, Area Parkir dapat menampung + 50 Kendaraan Roda Empat, Live Music ( Organ Tunggal ).

Kegiatan yang pernah ada di Pemancingan Mangrove :
Lomba Mancing Bandeng sebanyak 8 Kali, Lomba Karoke, Rapat - rapat dari berbagai Perusahaan, Instansi Pemerintah, Arisan dari berbagai Perkumpulan, Ulangan Tahun, Rapat Partai, LSM, Tim Sukses Pilkada dan Pilkades dari berbagai Kecamatan yang ada di Kab. Tangerang . Anda juga bisa mengadakan acara di Pemancingan MANGROVE, dengan Fasilitas Gratis. Hub. 0813 863 51121, 0888 864 9620 dan 9450 9549.

Peta Lokasi




Macam-Macam Kolam Pancing

Dulu kita bisa memancing dimana-mana, saat ini kita hanya bisa memancing di tempat-tempat tertentu kecuali laut, sungai atau sawah (itu juga kalo belum jadi perumahan). Dan yang akhir-akhir ini jadi tujuan para mancing mania adalah kolam/empang. Untuk memancing di empang ini biasanya dibagi menjadi beberapa kategori, ada kolam harian, kiloan dan kolam untuk lomba (istilahnya galatama).

  • Kolam kiloan

Di kolam ini ikan yang didapat akan ditimbang lalu dikalikan dengan harga ikan perkilonya tergantung jenis ikan. Harganya pun bervariasi yang jelas semakin banyak kita dapat ikan semakin besar pula uang yang harus kita keluarkan. Tapi untuk pemancing pemula lebih asik mancing seperti ini karena biasanya ikan lebih banyak dan mudah dipancing. Untuk mensiasati masalah keuangannya kita bisa kira-kira ikan yang kita dapat dengan uang yang kita punya.

  • Kolam Harian

Pemancing membayar tarif untuk memancing satu hari (biasanya dari pagi sampai sore). Besar tarifnya pun bervariasi, dan yang unik dari kolam ini adalah jumlah ikan biasanya sedikit dan ikanpun biasanya agak susah dipancing. Tapi disitulah seninya, biasanya mereka bertarung dengan mengolah umpan sedemikian rupa sehingga ikan mau memakan umpan yang mereka buat. Dan biasanya rata-rata usia dari pemancing di kolam harian ini sudah masuk masa pensiun. Mungkin agar tidak jenuh setelah mereka tak lagi bekerja atau bahkan yang terkena phk di tempatnya bekerja biasanya ikut bergabung di kolam ini. Maklum biaya yang dikeluarkan tak sebanyak mancing kiloan. Seperti salah satu kenalan saya, setelah pensiun dari dinasnya beliau membantu istrinya dengan membuat usaha pepes ikan kecil-kecilan dari hasil memancing, dari pada bengong di rumah katanya. Sekalian mengisi waktu dengan hobby yang akhirnya jadi bermanfaat. Dari pada stroke di rumah mending kita strike di kolam beliau sering berkilah.

  • Kolam Lomba/Galatama

Kolam ini memang dikhususkan bagi para pemancing yang mencari sensasi tertentu. Namanya saja sudah lomba biasanya pemancing saling bersaing untuk dapat menjadi pemenang tergantung dari peraturan pelaksana lomba. Biasanya ukuran ikan di kolam ini besar-besar bahkan seringkali bisa membuat tali pancing kita putus karena tidak kuat menahan beban ikan. Biasanya kolam ini disukai oleh pemancing dengan pengalaman dan teknik memancing yang mumpuni. Saya sendiri pernah mencoba ikut memancing di kolam ini hasilnya mudah ditebak, saya tidak dapat ikan satu ekorpun. Untuk lomba biasanya panitia sudah menyediakan umpannya jadi benar-benar teknik dan pengalaman memancing yang berbicara.

Saya yakin mungkin sudah banyak mancing mania yang berbagi pengalaman memancingnya. Jadi saya pikir tak ada salahnya juga untuk membagi pengalaman saya di sini. Karena akan terus hadir cerita-cerita, tips dan trik tentang memancing dari saya.

Pemancingan Walikota Jakarta Timur

Lokasi dari arah stasiun kereta api cakung tinggal lurus aja ke arah walikota. Di situ ada 2 tempat pemancingan yang satu agak ramai karena ada restaurannya segala. Dan ada dua kolam harian yang berisi ikan mas dan kolam ikan bawal juga lele jadi satu. Dua kolam lainnya itu kolam kiloan untuk bawal dan ikan mas. Menurut pemilik/pengelola untuk ikan mas kiloan perkilonya Rp. 28 ribu, mahal memang tapi masih menurut pemilik/pengelolanya kualitas baik air di kolam maupun ukuran ikan tidak akan mengecewakan.

Nah jika kita keluar dari pemancingan tersebut dan berjalan beberapa meter ke sebelah kiri (sebenarnya letaknya bersebelahan hanya terhalang tembok) kita akan menjumpai kolam pemancingan yang lain. Di sini hanya ada satu kolam yang lumayan luas dan dibagi dua menjadi kolam harian dan kiloan ikan mas. Untuk hariannya kalo saya tidak salah Rp. 25 ribu per hari, sedang untuk kolam kiloan untuk 1 kg ikan mas di hargai Rp. 25 ribu.

Untuk para mancing mania terutama yang masih hobby di kolam gak ada salahnya coba kolam ini. Saya berani jamin anda ketagihan, sedikit saran untuk yang mancing kiloan siapkan budget lebih dari biasanya. Selamat memancing …. have fun.

Taman Pemancingan Alam Ragunan



Taman Pemancingan ini letaknya memang di dalam Kebun Binatang Ragunan,  Jakarta Selatan. Dan paling dekat masuk dari Pintu Timur Ragunan. Pintu Timur yach... Sebelah kiri setelah Kandang Harimau Putih, ke arah Danau.

Dengan luas 1 hektar, TAMPAR (Taman Pemancingan Alam Ragunan) menyajikan 66 Lapak, dengan JANGKAUAN lemparan 43 mtr…. kondisi alam yang sejuk dan asri serta  air yang bersih, membuat suasana hati menjadi nyaman… Tarikan ikan dengan perlawanan 1,7 x dari berat ikan yang sebenarnya….

Opening/Buka:
SETIAP HARI…
SENEN s/d KAMIS mulai Pukul. 14.00 s/d 17.00 Wib dan. 17.00 s/d 20.00 Wib… JUMAT mulai Pukul 14.00 s/d 17.00 Wib dan 17.00 s/d 22.00 Wib.
SABTU,MINGGU dan HARI LIBUR, mulai Pukul. 12.00 s/d 15.00 Wib, 15.00 s/d 18.00 Wib serta 18.00 s/d 21.00 Wib..

Harian : ada
Galatama : ada
Casting : boleh ( asal janjian dulu ama yg punya empang soalnya gila casting)

ikan:
mujair
gabus
mas
patin ( kl bs nemuin)

Kelebihan :
tempat luas
asri krn msh di dalam lokasi BonBin ragunan
lapak bagus
ikan lumayan banyak
keluarga bs jalan2 ke Bonbin ( gratis )
parkir mobil n motor aman
panitia penyelenggara bersahabat

Tiket:
Harian 50rb
Lomba variasi

Info lebih lanjut hubungi :
021-9856 2342 (Sdr. Melvin)
021-9856 2344 (Sdri. Nita)
021-98562344 (Miko)
021-91309497 (Abe)

Koordinat: 6°18'53"S   106°49'20"E
By Jalod

Lokasi Mancing Ikan Mas Galatama

Kolam pancing yang menyelenggarakan mancing galatama biasa disebut empang galatama, diantaranya terdapat di Jakarta dan sekitarnya dan Bandung dan sekitarnya yaitu:

  • Telaga Mina – Lokasi Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur
    Galatama setiap hari kecuali hari Senin, hub.: Pak Mul telp. 021-87791954-55
  • Pemancingan KFT, Komplek KFT Jl. Lingkar Luar Cengkareng Jakarta Barat
    Galatama setiap hari, hub.: Pak Sentot telp. 021-9218826
  • Pemancingan MBAU, Komplek AURI belakang MBAU Pancoran Jakarta Selatan
    Galatama telp. 021-7996608
  • Pemancingan Telaga Fajar, Jl. Pemda Cibinong, Bogor
    Galatama hari Rabu, Jum’at & Minggu, hub.: Pak Toha telp. 021-8757695
  • Pemancingan Puspita, Jl. Pondok Gede 8 Jakarta Timur
    Galatama, hub.: Sdri. Arum telp. 021-8001009
  • Pemancingan Telaga Nilam Gondrong Petir Tangerang
    Galatama
  • Pemancingan Pemagar Sari (PPS) Jl. Raya Gn. Sindur 38 Parung Bogor
    Galatama telp. 0251-611020
  • Pemancingan Permata Buana Jl. Raya Bogor Sawangan
    Galatama
  • Pemancingan Situ Umar Bandung Jl. Raya Lembang Bandung
    Galatama telp. 022-2786770 2786771
  • Pemancingan Ratu Mas Ayu Jl. Raya Padalarang Bandung
    Galatama
  • Pamancingan Bukit Sangkal
    Lomba Galatama, kiloan Jl. Brigjen Hasan Kasim Lorong Purwa sari II No. 43
    Celentang – Kel. Bukit Sangkal Perumnas Sako Kenten Palembang.
    Hub. Pak Udin telp. (0711) – 812333
  • Tanjlig Kencana
    Jl. Sumampir, Purwokerto Jawa Tengah
  • Thamrin
    Jl. Rempoah arah Batu Raden, Purwokerto Jawa Tengah
  • Wijaya Kusuma
    Kober, Purwokerto Jawa tengah

dari: geocities.com/mancing_galatama

SEKILAS MENGENAI MANCING GALATAMA

  • Ikan hasil pancingan tidak dibawa pulang melainkan milik penyelenggara yang setelah dilakukan penimbangan diceburkan kembali ke empang, jadi boleh dibilang ikan yang dipancing di galatama ini adalah ikan mas bekas yang telah terpancing sebelumnya.
  • Waktu penyelenggaraan sangat ketat berkisar 2~2,5 jam disebut babak atau ronde.
  • Aturan mancing yang ketat sesuai kesepakatan penyelenggara dan pemancing yang mengikutinya.

Masih sama dengan kegiatan mancing yang lainnya untuk mancing galatama juga menuntut teknik dan kreatifitas yang tinggi, akibat dari adanya batasan aturan dan waktu yang ketat tadi. Jadi meskipun empang yang dipakai bergalatama ini ikan yang ditebar sangat banyak tidak menjadikan kegiatan yang satu ini menjadi lebih mudah karena tingginya hasrat masing-masing pemancing untuk berkompetisi.
Namun persaingan ketat justru hanya terjadi saat lomba atau dalam suatu babak galatama, diluar itu tentu saja akan terjalin keakraban antar sesama pemancing. Bisa jadi peserta galatama adalah para pemancing yang telah menjadi langganan atau rutin mendatangi empang tersebut. Hal ini janganlah jadi kendala bagi mereka yang baru ingin terjun ke mancing sistim galatama karena perlu diketahui bahwa toleransi pemancing yang telah lama menerjuni galatama ini sangat tinggi. Tak usah segan atau canggung bila anda belum banyak mengetahui teknik dan etika bergalatama, pengalaman akan mengasah anda guna menjadi pe-galatama yang handal.

Sekali lagi, perlu ditekankan disini bahwa mancing ikan mas sistim galatama ini masihlah sama dengan mancing lainnya di belahan dunia manapun karena teknik dasar yang dipakainya adalah mancing dengan kreatifitas yang nanti akan tercipta dengan sendirinya. Tepiskan anggapan bahwa mancing galatama ini bukanlah sebagai arena judi seperti banyak anggapan orang lain karena hasil yang didapat sebagai juara tidak akan sebanding dengan biaya yang pernah dikeluarkan. Jadi yang datang ke arena galatama adalah para pemancing yang mempunyai kemauaan tinggi untuk berkompetisi dan ingin mengasah kemampuan teknik mereka punyai. Apalagi di era sekarang ini di mana harga ikan budidaya dan yang lain-lainnya semakin tinggi menjadikan arena galatama sebagai pilihan tepat untuk mereka yang ingin merasakan perlawanan ikan dan ingin tetap mengasah kemampuan mancingnya. Dan jangan lupa bahwa mancing ala galatama dianggap oleh sebagian pemancing air tawar khususnya pemancing ikan mas sebagai level puncak dari acara mancing lainnya yang pernah diikuti.
Dari Mancing Ikan Mas Sistim Galatama, kami ucapkan selamat bergalatama dan salam mancing untuk semua penggemar mancing di Indonesia and have fun fishing to the anglers all over the world.

dari : geocities.com/mancing_galatama

Senin, 27 Juli 2009

Warna Umpan dan Waktu yang Tepat untuk Mancing

Ikan mas dan sebangsa ikan lainnya buta warna alias melihat sesuatu hitam, putih, dan kelabu. Beberapa pakar mancing termasuk pakar biologi menyebut begitu. Lantas apa gunanya warna pada umpan terutama umpan mancing laut yang umpan buatannya berwarna-warni?
Sebenarnya warna umpan tadi bila dikonversi ke mata ikan akan menghasilkan pendar warna kelabu yg berbeda. Kalo dipersempit ke ikan mas galatama mungkin dipercaya warna umpan yg dipakai apakah merah, hijau, atau coklat kebetulan disukai ikan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam menanggapi umpan terutama ikan galatama.

Getaran

Getaran (kita menyebutnya suara) terjadi pada saat umpan dijatuhkan, ini menjadi daya tarik utama ikan yang lapar. Tentunya tidak berlaku pada ikan mas liar (pd habitat alami), ikan mas besar/ikan mas yang ada dekat lapak karena getaran yg berlebihan malah akan membuat lari ikan tersebut.

Warna umpan

Warna seperti disebut diatas yang dipercaya sebagai warna makanan yang biasanya dimakan. Pemilihan warna umpan akan berbeda tidak saja dari empang satu ke empang yang lain bahkan pada satu empang galatama dengan lapak yang berbeda.
Untuk memilih warna umpan, tentunya disesuaikan dengan karakteristik empang tempat mancing. Untuk empang yang telah biasa dikunjungi tentu mudah menentukan warna umpan yang sesuai tetapi bila empang itu baru saja atau belum lama kita bertanding di situ.

Bau atau Aroma

Aroma yang disukai ikan mas galatama dapat bermacam-macam. Banyak faktor yang mempengaruhi kita dalam memilih aroma umpan. Bila anda sering mancing hanya di satu empang galatama saja, nantinya anda akan hapal ikan yang mana yang memakan umpan tersebut.
Umpan yang bagus berbeda disetiap tempat untuk empang yang kondisi airnya bagus berwarna kecoklatan. Umpan berbahan dasar ubi lebih baik, bila airnya berwarna kehijauan. Umpan berbahan dasar pelet biasanya akan lebih baik, untuk empang biasa pelet yang diaduk dengan tuna kaleng sudah cukup memadai.

Bila siang hari ikan berhenti makan, hal ini sudah umum artinya bukan karena ikan tidak mau memakan umpan melainkan ikan sedang dalam keadaan kenyang dan panas mentari yang mengurangi kadar oksigen dalam air. Ikan mas cenderung makan terus alias galak terutama pagi hari saat lomba dimulai dan sore hari saat terik mulai menurun. Kecenderungan makan ikan mas sangat dipengaruhi kondisi air dan cuaca. Saat hujan pun ikan mas cenderung galak apalagi jika saat hujan berhenti diikuti keluarnya mentari yang kembali menghangatkan air.
(dari berbagai sumber)

Satu Umpan untuk Berbagai Karakter Kolam

Bagi para mania yang sudah menguasai karakter empang, mungkin sudah memahami umpan yang cocok dengan empang tersebut. Namun, bagi pemula tentu butuh pengetahuan untuk memakai umpan yang cocok dengan empang tersebut. Seperti diketahui setiap empang memiliki ciri berbeda-beda. Belum lagi warna airnya.
Nah, pada edisi kali ini MM membuat umpan khusus buat para mania yang akan memancing di empang dengan air berwarna hijau maupun kuning. Soalnya, umpan ini dapat dipakai dimana saja, artinya tidak berpengaruh dengan warna air.

Bahan-bahannya terdiri dari;
1. Lima buah jagung sedang tawar.
2. Ayam brand dua kaleng.
3. Kacang Mede satu ons yang sudah digoreng.
4. Keju ¼ kraft.
5. Telur bebek 10 butir.
6. Susu Dancow satu sachet.

Kemudian bahan-bahan tersebut dijadikan satu lalu diblender sampai halus. Setelah bahan-bahan tersebut halus masukkan ke dalam kantong plastik kemudian kukus selama satu jam. Langkah berikutnya, setelah dikukus diaduk secara merata dan diberi ubi matang yang sudah diparut kemudian aduk lagi.
Bahan-bahan yang sudah diolah itu siap menjadi umpan untuk memancing di berbagai empang yang airnya berwarna hijau maupun kuning. Buat tambahan informasi lagi, umpan ini kuat selama satu minggu asalkan disimpan didalam kulkas. Selamat mencoba!
(Sumber : http://www.mancingmania.com/)

Pemancingan Palem II, Petukangan Utara, Pesanggrahan

Saat Lomba Tak Pernah Sepi Dari Para Mania Karena Tiket Sangat Terjangkau

Minggu (22/03) saat Mancing Mania (MM) mendatangi kolam Pemancingan Palem II, pemancingan yang teduh karena banyak ditumbuhi pohon palem besar menjadi ciri khas tersendiri bagi para mania yang mancing di Palem II ini.
Nama pemancingan Palem II diambil dari nama jalan masuk menuju lokasi pemancingan, selain itu nama Palem juga digunakan karena disekitar pemancingan ini banyak ditumbuhi pohon palem. Dengan alasan tersebut Dikin Suhanda (65) atau yang lebih akrab dengan sapaan Ikin menamakan pemancingannya dengan nama Pemancingan Palem II.
Luas pemancingan mencapai 600 meter, terdiri dari dua kolam pemancingan yaitu, kolam ikan mas dan kolam ikan lele. Kolam ikan mas yang biasa digunakan untuk lomba tak ternah sepi dari para mania yang ingin mengikuti perlombaan yang diadakan oleh pemancingan Palem II, jangan heran jika para mania nanti kalau mampir ke pemancingan ini tidak kebagian tiket alias kehabisan karena antusias dari para mania sangat tinggi selain itu harga tiket yang murah menjadikan alasan kenapa selalu ramai pada saat lomba.
Ikin menjelaskan bahwa dirinya membuka pemancingan ini tidak mempunyai niat untuk mengambil keuntungan dari tiket pada saat lomba melainkan hanya untuk menjual ikan dengan cara dipancing. Tiket lomba untuk hari minggu biasa dibandrol dengan harga Rp 65.000 ribu/satu joran untuk minggu pertama setiap bulan dan dua joran minggu selanjutnya, sedangkan untuk mancing harian ikan mas Rp 25.000 ribu. Bagi para mania yang ingin mancing harian ikan lele cukup mengeluarkan uang Rp 15.000 ribu. Jumlah lapak untuk kolam ikan mas adalah 44 lapak sedangkan ikan lele maksimal menampung 20 orang, untuk mancing ikan lele tidak ada lomba hanya harian saja.
Berbagai komentar juga diutarakan oleh mania yang datang ke pemancingan Palem II ini, Romy (49) mengatakan kalau mancing disini khususnya lomba, harga tiket sangat terjangkau dan tempatnya adem (tidak panas). Agus (35) mengatakan hal yang sama serta menambahkan kalau ingin ikut lomba disini datangnya harus lebih awal karena kita bisa milih sofa sebagai tempat duduk, “cuma disini yang tempat duduknya menggunakan sofa”, imbuh Agus.
Kolam pemancingan Palem II juga dilengkapi dengan blower dan memiliki sumber mata air, “Saya beruntung disini terdapat mata air jadi tidak bingung kalau musim kemarau datang”, ujar Ikin. Fasilitas lain yang terdapat adalah wc, kantin, dan musholah. ndi

Pemancingan Prima

Dikawasan Bekasi Utara pemancingan ini salah satu pemancingan terbesar. Berdiri diatas area seluas kurang lebih 400 meter persegi, pemancingan Prima memiliki empat kolam yang terdiri dari kolam lomba ikan mas, kolam harian ikan mas, kolam kiloan ikan nila, kolam lele, dan kolam kiloan ikan bawal.
Lokasinya yang strategis berada dipinggir jalan raya pejuangan, samping perumahan Prima Harapan, pengelola Ade menjelaskan bila pemancingan yang dikelolanya sejak dua bulan lalu merupakan pemancingan terbesar dan terlengkap. ”Untuk wilayah Bekasi Utara pemancingan ini boleh dibilang terbesar,” katanya.

Kolam kiloan ikan bawal dan ikan nila dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai pagi hari. ”Pagi jam tujuh sampai jam lima sore lalu berlanjut jam setengah tujuh malam sampai pagi,” ujar Ade. Begitu juga dengan kolam harian ikan mas. Tiket mancing harian sebesar dua puluh ribu rupiah dan mancing kiloan sebesar sembilan belas ribu rupiah.”Mancing lele tiketnya lima belas ribu rupiah,” tambah Ade.
Menurut Ade, setiap hari selalu ada pengunjung yang ingin mancing harian. Terutama pada malam hari. Untuk menarik pemancing, setiap Sabtu dan Minggu diadakan mancing ikan merah dengan tiket dua puluh lima ribu rupiah. Sedangkan lomba besar selalu diadakan sebulan sekali dengan tiket seratus ribu rupiah.
Kolam besar yang dijadikan tempat lomba bulanan memiliki 43 lapak dengan beragam hadiah seperti uang tunai, televisi dan handphone. Menurut Ade kolam besar sering dipakai dengan sistem borongan oleh karyawan dari berbagai instansi di wilayah Bekasi Utara.
Suasana didalam pemancingan itu sendiri cukup nyaman. Dibelakang lokasi pemancingan terdapat hamparan sawah yang diairi dari sungai mengalir dari samping kolam. Pemancing akan disuguhkan dengan suasana nyaman dan akrab. Pengelola juga menyediakan beragam makanan dan minuman yang diolah dari dapur saung. ”Mau ke alfamart juga ada,” tegas Ade sambil menunjuk ke alfamart yang berada di depan kolam. Jajat

Alamat : Jl. Raya Pejuangan, Gerbang Perum Prima Harapan, Bekasi Utara.
Telepon : 021 - 71586777




Memancing Dari Mata Pencaharian Jadi Gaya Hidup


Memancing ikan, salah satu mata pencaharian masyarakat Indonesia yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Seiring dengan perkembangan pariwisata, memancing kemudian masuk dalam kegiatan utama wisata bahari dan akhirnya menjadi gaya hidup tersendiri.

Peminatnya datang dari berbagai kalangan dan usia. Kini, peralatan memancing semakin modern dan lokasi memancing pun kian banyak, di alam maupun buatan.

Memancing bagi sebagian orang merupakan salah satu bentuk penyaluran dalam berwisata. Ada kebahagiaan yang sulit terungkap ketika berhasil mendapat ikan dari mata kail sendiri. Bahkan ada yang beranggapan, memancing merupahan kegiatan yang tepat untuk melatih kesabaran.

Sebagai negara yang memiliki perairan lebih luas dari daratan, rasanya tak sulit mencari lokasi memancing. Namun bagi mereka yang enggan pergi ke laut, danau dan sebagainya, wisata memancing masih dapat dilakukan di tambak atau empang pemancingan.

Di Jabodetabek tersebar beberapa lokasi pemancingan buatan yang kerap dikunjungi para pemancing mania. Satu di antaranya berada di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Namanya Pemancingan Puspita, yang berada tidak begitu jauh dari Lubang Buaya.

Pemancingan yang berdiri sejak tahun 1991 ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. "Awalnya cuma ada dua kolam pemancingan berukuran besar," kata Iin pengelola Pemancingan Puspita. Lambat laun, pemancingannya berkembang. Pengunjung yang datang semakin banyak. Menurut Iin, kolam-kolam pemancingannya diisi oleh beragam jenis ikan tawar, seperti bawal, mas, patin, dan lele.

Setiap hari pemancingan ini ramai dikunjungi orang terlebih pada akhir pekan. Tamu yang datang tidak semuanya memancing. Justru banyak yang bertujuan sekadar rekreasi, menemani sang pemancing sekalian refreshing. Banyak pemancing yang datang bersama dengan anak dan istri. Di pemancingan ini juga tersedia kantin yang menyediakan aneka minuman juice dan lainnya serta berbagai makanan.

Seperti hari itu, Pemancingan Puspita ramai dikunjungi pemancing dengan keluarga. Kebanyakan memang pemancing laki-laki. Salah satunya Supriadi yang datang bersama anak dan cucunya. Lelaki tua ini sudah dari pukul sebelas siang berada di pemancingan ini dan dia sudah mendapatkan sekitar 15 ekor ikan bawal. Ketika ditanya sejak kapan menggeluti olah raga mancing ini, Supriadi menjawab sambil tertawa. "Wah sejak masih kecil aku sudah senang mancing," katanya sambil menunjuk cucunya yang sedang asyik memegang joran.


Memancing ternyata bukan cuma diminati kaum pria. Buktinya di Pemancingan Puspita, terdapat beberapa wanita yang mengaku menyukai memancing sejak lama. Di salah satu sudut, nampak seorang perempuan sedang asyik menggulung kenur miliknya. Ketika ditanya sejak kapan menyenangi olah raga ini, perempuan bernama Dina itu menjawab tegas."sudah dari saya kecil. Enak untuk menghilangkan stress," ujarnya.

Pemancing wanita lain yang TC temui bernama Ade, 26 tahun. Dia mengaku gemar memancing sejak empat tahun lalu."Kalau yang benar-benar hobi mancing, pasti ketahuan orangnya lebih sabar," katanya sambil tertawa. Ade memberi tips dalam memancing supaya mendapat ikan yang banyak. Menurutnya setiap lokasi memancing itu ikan dan umpannya berbeda. "Jadi harus tahu itu supaya tidak sia-sia," kata Ade yang sudah memancing di berbagai tempat pemancingan di Jakarta.

Baik Dina, Ade, dan Supriadi mengaku memancing dapat menghilangkan stress usai sibuk bekerja selama seminggu. Selain itu, memancing juga dapat memacu gairah hidup. Bagi mereka dan mungkin pemancing lain, ketika umpan disambar dan ikan berhasil ditangkap, merupakan saat yang mendebarkan sekaligus menyenangkan. Dulu memancing memang menjadi mata pencaharian masyarakat Indonesia, kini selain itu juga sudah menjadi sebuah gaya hidup hagi scbagian orang yang ingin mendapatkan kebahagiaan sekaligus menghilangkan kejenuhan dari rutinitas.

Tips:

Lokasi Pemancingan Puspita mudah dijangkau. Dari Bekasi dan sekitarnya, naik angkot 02 jurusan Bekasi-Pondok Gede, lalu berganti angkot K40 jurusan Kampung Rambutan, turun di depan PUSKOPAU LANUD Halim Perdana Kusuma.

Tempat Memancing lainnya di Jabodetabek, antara lain: Pemancingan Telaga Mina di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Pemancingan MBAU di Komplek AURI belakang MBAU Pancoran, Pemancingan KFT di Komplek KFT jalan Lingkar Luar Cengkareng, Jakarta Barat, Pemancingan Cinangka Indah di Jalan Cinangka Indah 18, Sawangan, Bogor, dan Pemancingan Telaga Nilam di Gondrong Petir, Tangerang.

Sumber: Majalah Travel Club

Arena Pemancingan Ekowisata Mangrove Pluit Diminati Warga

JAKARTA--Kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo, Pluit, Jakarta Barat, selain sebagai tempat berwisata juga dijadikan arena pemancingan.

"Kawasan ini juga menawarkan kepada masyarakat yang ingin memancing sambil menikmati pemandangan hutan mangrove," ungkap petugas Jagawana kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo, Riswan di Jakarta, Kamis.

Setiap hari, tak kurang 100 orang berkunjung dan sebagian besar kata dia untuk memancing.

"Sebenarnya, kawasan ini lebih diperuntukkan sebagai tempat rekreasi, namun dari 100 orang yang pengunjung setiap hari, mereka umumnya hanya datang untuk memancing," kata Riswan.

Bahkan, pada Sabtu dan Ahad, dilaporkan Antara, jumlah warga yang berkunjung mencapai 500 orang dan lebih 50 persen kata Riswan merupakan warga yang hendak memancing.

Bagi warga yang akan memancing pengelola menetapkan tarif Rp20 dan Rp25 ribu.

"Tarif bagi warga yang ingin memancing ada dua yakni, memancing dengan per kilogram ataupun harian. Jika warga yang berhasil memancing ikan seberat satu kilogram, mereka dikenakan biaya Rp25 ribu," katanya.

"Kami juga menawarkan tarif Rp20 ribu bagi warga yang ingin memancing dengan bebas, mulai pagi hingga sore," ujara Riswan.

Jenis ikan yang dikembangkan di kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo yakni, ikan Bawal, Nila serta ikan Mas, katanya.

Salah seorang warga, Evan mengaku, hampir setiap hari memancing di kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo.

"Disini, tempatnya teduh dan jauh dari kebisingan. Selain memancing, kita juga bisa menikmati keindahan alam seperti di pedesaan," ungkap Evan.

Warga lainnya, Hasan mengungkapkan dia memilih kawasan Ekowisata Mangrove Tol Sudyatmo sebagai arena pemancingan karena suasananya yang teduh.

"Tidka seperti di tempat pemancingan lain, di kawasan ekowisata mangrove ini hutannya sangat rimbun sehingga kita tidak kepanasan saat memancing," ujarnya.

Sayangnya kata Hasan, ikan yang ada di kawasan itu jumlahnya masih sedikit sehingga mereka kadang tidak mendapatkan ikan.

"Kami berharap, pengelola bisa menambah ikan agar warga yang memancing tidak kecewa. Belum tentu dalam sehari bisa dapat ikan. Tapi, kami cukup puas dengan suasana alam yang sejuk di tempat ini," ungkap Hasan.

(http://www.republika.co.id/berita/54599/Arena_Pemancingan_Ekowisata_Mangrove_Pluit_Diminati_Warga)
 

Pengikut

Bagikan Bagikan
Top Fishing Websites at TopFishingSites.Com Add to Technorati Favorites Monitor link cyber-lake.com Top Fishing Sites

MANCING MANIA Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template